Disaksikan Anies, Menkes Budi Gunadi Resmikan RS Ukrida Jadi Rujukan Covid-19

Menkes Budi Gunadi resmikan RS Ukrida sebagai rujukan Covid-19/lst
Menkes Budi Gunadi resmikan RS Ukrida sebagai rujukan Covid-19/lst

Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin meresmikan RS Ukrida sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta.


Dalam sambutannya, Budi berterima kasih atas peran Gubernur DKI Anies Baswedan yang dengan cepat menyetujui peresmian RS Ukrida ini.

"Saya terima kasih kepada Pak Gubernur karena kami sempat diskusi secara formal, kami sama-sama menyadari ini (Covid-19) akan jadi masalah seminggu ke depan dan Alhamdulillah kami sama-sama mengetahui ada satu rumah sakit yang memiliki 240 bed yang bisa digunakan," ungkapnya saat melakukan peresmian secara virtual, Senin (11/1).

Selain itu, Budi juga memuji RS Ukrida yang sudah menerima pasien meski belum diresmikan. Ia menyebut, kecepatan melayani masyarakat jauh lebih penting dari perizinan yang dikeluarkan Kemenkes atau Pemprov DKI.

"Pandemi ini terlalu besar kalau secara eksklusif diselesaikan Kemenkes. Pandemi ini harus diselesaikan secara inklusif dengan kerja sama pemerintah daerah, asosiasi dan kelompok masyarakat dan terakhir, pandemi ini terlalu besar untuk diselesaikan lewat program pemerintah, tapi bisa selesai jika digerakkan komponen bangsa," jelasnya.

Budi juga menyinggung soal kenaikan kasus aktif virus corona yang signifikan dalam 1 bulan terakhir.

Kenaikan kasus aktif yang begitu signifikan, kata dia, berdampak pada ketersediaan tempat tidur perawatan di rumah sakit. 

"Jadi dalam 1 bulan terjadi kebutuhan tempat tidur rumah sakit dari 15 ribu menjadi sekitar lebih dari 36 ribu atau 30 persen dari 120 ribu. Kenaikan yang luar biasa lebih dari 2 kali lipat dan itu akan sangat menekan infrastruktur kesehatan di pusat dan pemda," lanjutnya.

Budi juga mengingatkan selama penanganan pandemi virus corona, sebanyak 527 tenaga kesehatan wafat. Untuk itu, dirinya meminta semua pihak  membantu tenaga kesehatan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

"Pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Tanpa ini, tekanan terhadap rumah sakit, tekanan terhadap tenaga kesehatan akan semakin menjadi-jadi dan kita bertanggung jawab memastikan tenaga kesehatan kita terlindungi dalam menghadapi pandemi yang tidak akan selesai dalam waktu dekat, pandemi yang akan selesai dalam waktu yang lumayan panjang," pungkasnya.

Diketahui, dalam acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI  turut hadir menyaksikan peresmian yang dilakukan secara virtual.[]