Dituding Gagal, Anies: Insya Allah Kami Akan Kecewakan Orang Pesimistis

Gubeturur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku berupaya merealisasikan sederet janji kampanyenya. Salah satunya dengan meluncurkan program Rumah DP 0 Rupiah.


"Itu pesan utama dari tahun pertama. Anies akan menunaikan janji. Semua yang kami janjikan, Insya Allah langkah teknokratik sudah ada," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (15/10).

"Kami, Insya Allah akan terus mengecewakan orang yang pesimistis. Yang pesimistis akan siap-siap kecewa," lanjut Anies.

Anies mengatakan, realisasi Rumah DP 0 Rupiah baru dapat terwujud pada Oktober ini, karena sudah dianggarkan Rp 717 miliar di APBD-P 2018 pada September lalu.

"Tidak ada kerepotan, ini masalah menunggu jadwal. Anggaran putus baru bisa. APBD-P di-approve Bulan September," ujar Anies.

Untuk tahun kedua masa jabatan, kata dia, terdapat beberapa lembaga usaha termasuk BUMN, yang sudah berniat membangun perumahan DP 0 rupiah.

Anies mengaransi pengadaan perumahan DP 0 rupiah tidak memberatkan pihak lembaga usaha. Sedangkan persyaratannya tidak berbeda dengan rumah pada umumnya.

"Membuat orang tidak kerepotan dalam mengelola pembeli. Bagi orang membangun rumah akan dapat pembeli langsung. Yang membiayai skema program kami. Insyaallah akan banyak lagi," ungkap Anies.

Sebelumnya, Anies meluncurkan program Rumah DP 0 Rupiah di Kelapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (12/10).

Diketahui, Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menyoroti program unggulan Rumah 0 Rupiah yang dinilai bukan diperuntukan bagi orang miskin.

Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo mengatakan, bahwa program Rumah DP 0 Rupiah yang saat ini bertransformasi menjadi Samawa (Solusi Rumah Warga), bukan program untuk orang miskin.

Pasalnya kata dia, program itu hanya untuk warga DKI Jakarta yang berpenghasilan Rp 4 juta sampai dengan Rp 7 juta perbulannya deengan skema cicilan perbulan minimal Rp 2 juta.

"Tentunya ini diluar listrik dan air bersih. Plus, iuran pengelolaan lingkungan karena status rusunami tidak mungkin diberikan subsidi. Pertanyaannya, keberpihakan terhadap rakyat miskin yang tidak mampunya ada di mana?" kata Rio di Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Senin (15/10).

Berkenaan dengan itu, Rio menilai peluncuran program Samawa pada Jumat 12 Oktober 2018 telah menuai polemik. Ia mengungkapkan bahwa peluncuran itu menuai polemik karena ada beberapa pihak warga merasa sudah membeli dengan memberikan uang muka (DP) di Iahan tersebut namun malah beralih lokasi tersebut menjadi Iahan program Rumah DP 0 Rupiah.

Untuk itu, dia menduga peluncuran program Samawa hanyalah simbolisasi menjelang setahun kepemimpinan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Tentu ini menimbulkan dugaan bahwa peluncuran tersebut mengejar simbolisasi program ini menyongsong setahun kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, lagi-lagi kesan ini sebagai seremoni pembangunan makin sulit dibantah," kata Rio.(dod)