Dituduh Gelapkan Bilyet, Begini Respon LQ Indonesia Lawfirm

LQ Indonesia Lawfirm/Ist
LQ Indonesia Lawfirm/Ist

Tuduhan penggelapan surat berharga berupa bilyet milik nasabah Fikasa yang totalnya senilai Rp 80 miliar yang berujung pelaporan LQ Indonesia Lawfirm ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Senin (26/4) dibantah pihak LQ Indonesia Lawfirm.


Kepala Humas dan Media LQ Indonesia Lawfirm, Sugi mengatakan, laporan yang dilakukan Natalia Rusli tersebut sebagai bentuk niat buruk untuk menjatuhkan LQ Indonesia Lawfirm.

"LQ Indonesia Lawfirm membantah tegas tuduhan penggelapan bilyet," kata Sugi dalam siaran tertulis, Selasa (25/5).

Sebelumnya Natalia Rusli meminta bantuan LQ Indonesia Lawfirm untuk didamaikan dengan Fikasa. 

"Namun kemudian Natalia Rusli justru menuduh LQ Indonesia Lawfirm menggelapkan bilyet," kata Kepala Bagian Humas dan Media LQ Indonesia Lawfirm Sugi dalam keterangan tertulis, Selasa (25/5). 

Lebih lanjut dipaparkannya, guna membongkar modus tersebut, pihaknya melampirkan surat Somasi dari Master Trust Lawfirm kepada Fikasa Group ter tanggal 7 April 2021 yang tertulis dalam Pasal 4 dinyatakan bahwa 'para nasabah atau klien kami telah memberikan bilyet asli kepada pihak saudara'.

Advokat dari LQ Indonesia Lawfirm Hamdani menambahkan, pihaknya masih menunggu panggilan resmi aparat kepolisian

"Kita akan buat terang perkara. Kalau perlu besok kami dipanggil akan hadir," kata Hamdani.

Ia memastikan bahwa perkara yang dilaporkan adalah laporan palsu. Menurutnya, setelah memberikan keterangan dan penyidikan dihentikan, maka LQ Indonesia Lawfirm akan melaporkan balik pelapor.

Diketahui dalam LP No 1860 dengan Natalia Rusli sebagai terlapor, penyidik Polda Metro Jaya telah memanggil saksi-saksi.[]