Diundang Jamuan Makan Malam Menlu Jepang, Anies Merasa Terkesan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/lst
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/lst

Saat melakukan kunjungan kerja ke Jepang, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut memenuhi undangan jamuan malam Minggu dari Menlu Jepang Yoshimasa Hayashi di kota Ube, sisi Selatan Jepang atau sekitar 950 km dari Tokyo atau 90 menit dengan pesawat.


Anies menceritakan istri dari Menlu Yoshimasa yakni Yuko Hayashi, merupakan profesor di Universitas Yamaguchi pada bidang inovasi dan manajemen industri.

Ikut bergabung dalam acara dinner itu, Atsushi Sunami, pimpinan Sasakawa Peace Foundation yang sengaja pakai batik Indonesia.

"Rumahnya di Ube berusia sekitar 100 tahun. Sebuah rumah warisan kakeknya, seorang industriawan besar di jamannya yang berhasil membangun kota Ube. Rumah kuno ini cukup besar dibandingkan umumnya ukuran rumah Jepang," kata Anies seperti dikutip redaksi melalui akun Instagram miliknya, Senin (15/8).

"Begitu tiba di rumahnya, Hayashi langsung menjamu kita dengan pianonya. Memang ia berasal dari keluarga pecinta musik," sambungnya.

Selain makan malam khas Jepang, Anies yang didampingi sang istri Fery Farhati juga mendiskusikan banyak hal. Mulai dari mulai urusan masakan, upacara minum teh di Jepang, filosofi batik dan kain tradisional Indonesia, sampai soal stabilitas dunia. 

Eks Rektor Universitas Paramadina itu lantas berterima kasih sekali atas undangan Menlu Yoshimasa untuk singgah ke kota masa kecilnya. 

Anies memahami sebagai Menteri Luar Negeri tentu jadwal Yoshimasa amat padat. Tapi sebagai sahabat lama, Yoshimasa meluangkan waktu khusus untuk mengundang Anies dan istri bermalam Minggu di kampung halamannya. 

"Sebuah malam Minggu yang mengesankan. Tak pernah terbayangkan bahwa perkenalan, lalu pertemanan, mengantarkan pada momen-momen persahabatan yang mengesankan seperti malam Minggu itu," pungkasnya.[]