DPR Tekankan Tak Ada Orang Bermasalah Duduk sebagai Dewas LPP RRI

Radio Republik Indonesia/Net
Radio Republik Indonesia/Net

Komisi I DPR RI menekankan agar jangan sampai ada orang yang bermasalah duduk sebagai anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (Dewas LPP RRI) periode 2021-2026.


Karena hal ini dinilai akan bisa merusak reputasi lembaga penyiaran yang paling bersejarah tersebut.

Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR RI Mukhlis Basri dalam Rapat Kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Saya berharap RRI ke depan tidak ada lagi konflik. Sehingga bisa tercipta kondisi kerja yang harmonis dan dinamis antara Dewas dan direksi," kata Mukhlis yang dikutip redaksi, Kamis (8/4).

Menurut Mukhlis, kondisi harmonis tersebut bisa terwujud kalau tidak ada pelanggaran pejabat atas etika publik. 

Karena, lanjut Mukhlis, RRI adalah salah satu lembaga penyiaran publik yang bertugas untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 

"Untuk itu, jangan mempertahankan, apalagi sampai memprioritaskan orang yang suka konflik, apalagi punya persoalan hukum, duduk sebagai Dewas LPP RRI," kata Mukhlis.

Mukhlis menegaskan, Komisi I DPR sudah berkomitmen untuk tidak meloloskan calon Dewas yang bermasalah," tegas Mukhlis.

Secara terpisah, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum LPP RRI Nurhanuddin berharap siapapun Dewas terpilih nanti bisa membangun komunikasi yang baik, tidak arogan, tidak otoriter, tidak menggunakan ego dan kepentingan pribadi serta selalu mengedepankan kebersamaan dengan jajarannya. 

"Sifat dan karakter pemimpin memang berbeda-beda. Namun, di era seperti saat ini, pemimpin yang demokratis dan mau mendengarkan jajarannya lah yang dibutuhkan RRI," kata Nurhanuddin.

Diketahui, sebanyak 15 calon anggota Dewan Pengawas LPP RRI periode 2021-2026 akan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR.

Ke-15 nama 15 calon anggota Dewas LPP RRI periode 2021-2026 adalah: Agnes Irwanti, Anwar Mujahid, Aditrisnanto, Bondan Kartiko Kurniawan, Darmanto, Ederiman Butar Butar, Fidelis Indriarto Diponegoro dan Gun Gun Siswadi.

Berikutnya Ihendrasmo, MM. Rini Purwandari, Ahmad Kusnaeni, Muhammad Rohanudin, Mohammad Suja'i, Rahadian Gingging M, Sri Purwanto dan Yohanes Markus Tuhuleruw. []