Dua Fraksi Ngotot Interpelasi Formula E, Politikus PKS: Cukup Lewat Rapat Kerja

Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli (kiri) bersama Penasihat Fraksi PKS DPRD DKI, Abdurrahman Suhaimi (kanan) saat menyaksikan Formula E/Ist
Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli (kiri) bersama Penasihat Fraksi PKS DPRD DKI, Abdurrahman Suhaimi (kanan) saat menyaksikan Formula E/Ist

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta ternyata masih ngotot menggulirkan interpelasi Formula E.


Padahal ajang balap mobil listrik bertaraf internasional ini telah sukses digelar di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) pada Sabtu lalu (4/6).

Menurut pandangan Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Taufik Zoelkifli, untuk mengetahui anggaran yang dipakai untuk Formula E tidak perlu sampai menggulirkan interpelasi.

"Cukup melalui mekanisme rapat-rapat kerja antara legislatif dan eksekutif. Di situ kita berhak tanya semua penganggaran yang dilakukan Pemda, tidak cuma Formula E," kata Taufik saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Minggu (12/6).

Taufik pun mengingatkan rekan-rekan dewan yang bermarkas di Kebon Sirih itu bahwa masih banyak agenda yang lebih penting untuk dikerjakan. Salah satunya menyusun anggaran Rencana Kegiatan Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023.

"Yang nanti menjadi KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara) untuk menuju RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2023. Ini menjadi penting karena untuk pertama kalinya nanti Jakarta punya APBD tapi gubernurnya adalah Penjabat Gubernur, bukan Gubernur definitif," tutup Taufik Zoelkifli.

Untuk menyegarkan ingatan, tercatat ada 33 Anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ngotot menggelar interpelasi.

Sementara itu, tujuh Fraksi sejak awal tegas menolak interpelasi Formula E. Tujuh Fraksi tersebut adalah Fraksi Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi Demokrat, Fraksi PAN, Fraksi NasDem, Fraksi Golkar, dan Fraksi PKB-PPP.[]