Edhy Prabowo Minta Dibebaskan, Alasannya Beban Jadi Menteri Berat

Edhy Prabowo/Net
Edhy Prabowo/Net

Terdakwa kasus suap ekspor benur yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berharap mendapat vonis bebas dari Majelis Hakim.


Edhy menekankan, harapan dan permohonannya itu memiliki alasannya yang kuat. Salah satunya adalah beban berat yang harus dipikulnya selama menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. 

Menurut Edhy, tugasnya selama jadi menteri cukup berat. Ia harus membangun komunikasi dengan nelayan, pembudidaya ikan, petambak, seluruh stakeholder perikanan, hingga membangun sektor perikanan budidaya.

"Apapun yang berhubungan dengan pembangunan komunikasi ya ini, anda lihat selama satu tahun pertama komunikasi kami dengan stakeholder bisa dicek langsung ke mereka,” ujarnya dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (17/6).

“Kemudian saya harus merapihkan organisasi internal saya yang 151 orang kosong dari eselon 1 sampai eselon 4. Kemudian saya harus memperbaiki kinerja pimpinan yang amburadul, mohon maaf saya tidak bermaksud mengecilkan yang dulu, yang masih sangat kurang," urai Edhy.

Akan tetapi, Edhy mengaku akan tetap bertanggung jawab terhadap perkara yang sedang dihadapinya, yakni perkara dugaan suap izin ekspor benih bening lobster (BBL) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Saya berharap dari hasil kesaksian-kesaksian yang sudah lebih dari 70 saksi yang dihadirkan di sini, saya berharap nanti Majelis Hakim, tuntutan maupun putusan bisa membebaskan saya," harap Edhy.

Edhy pun turut menyampaikan permohonan maaf yang ditujukan kepada nelayan, pelaku usaha perikanan jika ada hal-hal yang kurang berkenan terhadap apa yang sudah Edhy lakukan dengan kebijakan-kebijakannya.

"Tapi semangat itu kami tidak pernah berpikir sendirian, karena kami mendengar dari bawah," pungkas Edhy. []