Epidemiologi Dukung Vaksin Jadi Syarat Makan di Warteg Hingga Belanja ke Pasar di Jakarta

Vaksinasi Covid-19 di Jakarta/Ist
Vaksinasi Covid-19 di Jakarta/Ist

Ahli Epidemiologi dan Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Pandu Riono, mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta yang menggunakan vaksinasi sebagai syarat masyarakat berkegiatan.


"Saya menilai kebijakan ini dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam upaya melindungi atau menjaga keselamatan warganya, ya sudah semestinya warga harus mendukung," kata Pandu, Jumat (30/7).

Menurut Pandu, aktivitas di luar rumah yang memungkinkan interaksi dengan orang lain masih sangat rentan terhadap paparan Covid-19. 

Untuk itu, adanya kebijakan persyaratan sudah vaksin baik itu bagi pengunjung pasar, salon, restoran, tempat makan, kafe, warteg, lokasi binaan (lokbin) hingga lokasi sementara (loksem) dinilai sangat baik.

"Kita semua bisa beraktivitas dengan lebih aman. Siapapun yang beraktivitas di Jakarta harus sudah divaksin," tegasnya.

Pandu menilai, tidak ada alasan bagi   warga Jakarta untuk tidak divaksin. Sebab melihat dari tujuannya, vaksinasi adalah untuk melindungi sesama. 

Namun ia menyayangkan masih ada yang menggunakan jalan pintas untuk mendapatkan sertifikat vaksin melalui cara-cara ilegal.

"Kalau ikut vaksin itu kan gratis dan terjamin dapat sertifikat atau kartu vaksin asli. Sertifikat atau kartu ini kan cuma benefit tambahan yang utama kita itu lebih terlindungi dari Covid-19 kalau sudah divaksin," pungkasnya.[]