Firli Beberkan Kunci Meraih Cita-cita di Hadapan Ratusan Mahasiswa Unair

Ketua KPK Firli Bahuri saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Airlangga/Net
Ketua KPK Firli Bahuri saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Airlangga/Net

Saat mengisi kuliah umum di Universitas Airlangga (Unair) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan kunci sukses dirinya hingga menjadi seorang jenderal polisi dan bisa mengemban amanah sebagai pimpinan lembaga anti korupsi.


Dihadapan kurang lebih 600-an mahasiswa Unair, Firli merunut akar penyebab korupsi hingga setategi yang dilakukan oleh KPK guna mewujudkan Indonesia terbebas dari praktik korupsi.

Dalam kesempatan itu, komandan pemberantasan korupsi ini memberikan formula alias resep untuk menjadi apa yang diinginkan sesuai dengan cita-cita.

“Pertama, di mana posisi adik-adik sekarang? Setelah itu harus mengingat kembali ke mana anda ke depan, tiga tahun, empat tahun, lima tahun selesai kuliah. Ke mana setelah kuliah? Lalu apa tujuan utama kita? 10 tahun, 25 tahun, 45 tahun. Silakan direncanakan,” kata Firli dalam pidato kuliah umum yang diunggah akun Youtube Universitas Airlangga dilihat, Selasa (20/9).

Perencanaan ini, beber Firli sangatlah penting. Kemudian, lanjut dia, selalu menghitung dan menjawab tantangan sekaligus hambatan yang dihadapi harus betul-betul dipikirkan dengan matang, sebab tak selamanya proses berjalan mulus sesuai harapan.

“Bagaimana anda mencapai tujuan itu? Fokuslah pada tujuan. Apa yang harus dilakukan. Apakah yang dilakukan cukup untuk menyelesaikan semua masalah? Apakah perlu dilakukan perubahan?” ujar Firli.

Firli mengungkapkan, pertanyaan inilah yang akan senantiasa membuat seseorang senantiasa sadar atas tuntutan proses serta konsisten dengan tujuan. Formula itu pula yang ia gunakan selama menapaki karir di kepolisian bahkan hingga sekarang.

“Ini, saya buat tahun 1990, begitu saya keluar dari Akpol (dulu Akabri),” imbuhnya.

Formula ini, kata Firli terbukti sukses membawa dirinya masuk Akabri tahun 1987 usai enam kali gagal mencoba masuk dari tahun 1982.

“Tahun 1982 saya daftar Akabri gagal, tahun 1983 berangkat lagi ke Magelang gagal. 1984 saya daftar lagi berangkat dari Palembang ke Magelang gagal,” ungkapnya.

Tiga kali mengalami kegagalan, Firli akhirnya mendaftar Bintara dan diterima sebagai sersan polisi. Meskipun demikian, cita-citanya untuk menjadi jenderal polisi tak pernah putus.

“Karena punya cita-cita ingin jadi jenderal, enggak langsung kawin. 1985 saya daftar lagi Akabri, gagal lagi, 1986 daftar lagi dan gagal lagi. Baru tahun 1987 saya diterima dan lulus Akabri 1990,” tegas Firli.

Tak ingin mengalami kegagalan yang berulang, Firli kemudian merumuskan formula perencanaan yang dikembangkan ke dalam lima pertanyaan strategis. Bermodal formula itu, satu per satu berbagai jabatan kepolisian diemban hingga berhasil jadi jenderal bintang tiga dan kini menjabat ketua KPK.

“Lima pertanyaan strategis itu harus saya jawab, dan sampai sekarang masih saya pakai,” ungkap Firli.[]