Gawat, 27 Persen Bocah Ibukota Gagal Tumbuh Kembang

RMOL.Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, sebanyak 27 persen anak-anak Jakarta masih stunting. Walaupun masih dibawah angka nasional, temuan ini jelas memprihatinkan.


Untuk prevalensi secara nasional di perkotaan jumlah anak stunting mencapai 32 persen. Sementara di pedesaan lebih tinggi, mencapai 42 persen.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakui banyak masalah yang harus dihadapi Jakarta. Namun stunting menjadi masalah mendasar yang harus dibereskan.

Stunting merupakan kondisi dimana anak mengalami gagal tumbuh sehingga tubuhnya pendek.

"Kita menyadari bahwa, ini (stunting) masalah mendasar yang tidak boleh dibiarkan lewat tanpa diselesaikan. Ada banyak masalah di hadapan kita tapi masalah stunting adalah salah satu masalah yang paling mendasar yang harus kita bereskan," kata Anies saat memberikan sambutan di acara Kampanye Nasional Pencegahan Stunting di Silang Monas, Minggu (16/9).

"Jakarta, meskipun dibawah rata-rata Nasional, kita ini masih 27 persen. Angka ini harus kita kurangi (dan) harusnya di Jakarta sudah tidak ada lagi anak yang stunting," sambungnya.

Anies kemudian meminta ibu-ibu yang hadir di acara tersebut dari PKK, PAUD, Posyandu untuk berkomitmen perangi stunting.

"Ibu-ibu, kita komit ya untuk perangi stunting. Siap? Sama-sama kita seriusi, nanti akan ada program-program bersama dengan lintas kedinasan. Kita ingin memastikan bahwa intervensi gizi sensitif itu bisa secara serius kita tuntaskan. Dan harapannya nanti stunting di Jakarta akan menurun," papar Anies.

Anies menjelaskan, penurunan angka stunting sangat tergantung peran orangtua, dan berbagai pihak termasuk Pemerintah. Sering ditemui kenyataan di lapangan, terkadang merasa tinggal di perkotaan, merasa makanannya sudah cukup, rasanya aman dari problem stunting, ternyata tidak.

Anies berharap bila saat ini ada 27 persen kasus stunting, temuan berikutnya lagi, bisa dikatakan bahwa Jakarta sudah bebas stunting.

"Kalau di Jakarta saja tidak terlaksana bagaimana bisa berharap di pelosok. Ke depan di Jakarta sudah tidak boleh lagi ada kejadian-kejadian seperti ini," pungkas Anies.(dod)