Gerakan 1 Juta Masker Jadi Cara Anies Redam Kepanikan Corona

RMOLJakarta Gerak cepat Pemprov DKI Jakarta dalam menghadapi wabah virus corona yang sudah masuk ke Indonesia banyak menuai respons positif. Salah satunya mengenai operasi pasar untuk menjamin ketersediaan satu juta masker dengan harga terjangkau.


Diketahui, pasca pengumuman pemerintah soal adanya pasien positif virus Covid-19, masyarakat berbondong-bondong membeli beragam kebutuhan termasuk masker.

Hal itu jug membuat harga masker di pasaran melonjak tajam dengan dalih kelangkaan stok.

"Kami mengapresiasi dan mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta melalui Perumda Pasar Jaya. Operasi pasar satu juta masker untuk masyarakat sangat tepat di tengah kelangkaan masker dan tingginya harga masker," kata Sekretaris Jenderal Gema Cita, Hilman Firmansyah dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (6/3).

Di tengah situasi seperti saat ini, Gema Cita mengajak seluruh masyarakat untuk tidak panik terhadap dengan ketersediaan stok masker maupun hand sanitizer.

"Tak perlu panik karena ke depannya, stok akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat," sambungnya.

Dalam operasi pasar tersebut, stok masker yang dijual di Pasar Pramuka dibanderol dengan harga 2.500 per masker.

Pembelian pun dibatasi maksimal 2 boks per orang untuk menghindari spekulan yang ingin mencari keuntungan.

Pembelian juga harus disertai KTP agar data penjualan dapat langsung diketahui dan bisa dikontrol transaksinya.

Selain di Pasar Pramuka, masker murah tersebut dapat ditemukan di seluruh gerai milik Perumda Pasar Jaya yang tersebar di pasar, Kantor Walikota, Kecamatan, dan Kelurahan di Jakarta.

Penjualan di gerai-gerai tersebut akan dibatasi 2 masker per orang saat membeli dengan harga 1.950 rupiah per maskernya. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk meredam adanya harga yang tidak normal terhadap penjualan masker.