Habib Novel: Kalau Tahu Diri, Ahok Harusnya Mundur

RMOL. Dinilai kerap membuat gaduh seisi negeri dengan sikap serta pernyataan yang kontroversial, cagub DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), disarankan mengundurkan diri dari bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017.


"Kalau tahu diri, Ahok harusnya mundur. Ngapain Ahok maksain diri ikut pilgub, padahal sudah berstatus tersangka penistaan agama," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Bamukmin saat dihubungi, Senin (28/11).

Novel mengaku tengah berkoordinasi dengan elemen lain seraya mengumpulkan bukti-bukti 'dosa' Ahok agar yang bersangkutan dicoret sebagai salah satu kontestan pilgub.

"Nanti bukti-,bukti kita serahkan kepada Bawaslu dan KPU DKI untuk segera ditindaklanjuti," ujar Novel.

Novel juga menilai potensi Ahok memenangi pilgub semakin tipis. Terlebih tiga hasil survei yang mengukur elektabilitas Ahok setelah dia ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama, diketahui merosot tajam.

Eleltabilitas Ahok, yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat, di tiap survei itu beragam. Kesamaan dari tiap hasil survei adalah sama-sama tidak menempatkan Ahok-Djarot di posisi pertama.

Menurut hasil survei Poltracking Indonesia yang disampaikan Minggu (28/11), elektabilitas pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mencapai 27,29 persen, elektabilitas pasangan petahana Ahok-Djarot 22 persen, dan elektabilitas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 20,42 persen.

Sebanyak 29,66 persen pemilih belum menentukan pilihannya.

Survei itu dilaksanakan pada 7-17 November 2016. Ahok ditetapkan menjadi tersangka pada 16 November 2016.

Berdasarkan hasil suvei sebelumnya yang dilakukan Indikator, elektabilitas Agus-Sylvi saat ini disebut sudah berada di angka 30,4 persen. Elektabilitas pasangan Agus-Sylvi mengungguli pasangan petahana, Ahok-Djarot, yang elektabilitasnya 26,2 persen.

Sementara itu, pasangan Anies-Sandiaga berada pada urutan ketiga dengan elektabilitas 24,5 persen.

Survei dilakukan pada 15-22 November 2016, atau dimulai sehari sebelum Ahok ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Kemudian berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, elektabilitas Ahok-Djarot berada di posisi akhir.

Survei LSI itu memang dilakukan sebelum Ahok ditetapkan menjadi tersangka. Namun, responden sudah ditanya perihal dukungan 'jika Ahok menjadi tersangka' kasus dugaan penistaan agama.

Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan LSI pimpinan Denny JA, elektabilitas Ahok-Djarot turun dari 24,6 persen menjadi 10,6 persen untuk pertanyaan terbuka, dan 11,50 persen untuk pertanyaan tertutup.

Penurunan elektabilitas disebabkan penetapan Ahok menjadi tersangka oleh Bareskrim Polri. Adapun elektabilitas pasangan Agus-Sylvi mencapai 30,90 persen (pertanyaan terbuka) dan 32,30 persen (pertanyaan tertutup), sedangkan elektabilitas Anies-Sandi 31,90 persen (pertanyaan terbuka) dan 31,10 persen (pertanyaan tertutup). [dka]