Indonesia Fundraising Award Kembali Digelar, Ada 41 Penerima Penghargaan

Institut Fundraising Indonesia menggelar Indonesia Fundraising Award (IFA) di Hotel Arosa Bintaro, Jakarta Selatan  Rabu (30/11)/RMOLJakarta
Institut Fundraising Indonesia menggelar Indonesia Fundraising Award (IFA) di Hotel Arosa Bintaro, Jakarta Selatan  Rabu (30/11)/RMOLJakarta

Institut Fundraising Indonesia menggelar Indonesia Fundraising Award (IFA) di Hotel Arosa Bintaro, Jakarta Selatan  Rabu (30/11).


IFA Award merupakan ajang untuk memberikan apresiasi dan penghargaan fundraising terhadap lembaga, badan, korporasi, media dan tokoh di Indonesia maupun internasional. 

Lembaga yang mendapat menghargaan adalah yang berkontribusi dan berprestasi dalam bidang penggalangan dan publik dalam berbagai program.

IFA Award diselenggarakan sejak tahun 2020 dengan memberikan penghargaan 17 kategori pemenang yang terus berkembang menjadi 30 kategori pemenang di tahun 2021. Sementara tahun ini terdapat 41 kategori nominasi. 

"Semakin banyak lembaga yang terjaring, tidak hanya yang berada di kota tapi di daerah-daerah. Bukan hanya lembaga ZISWAF, tetapi media massa, korporasi, publik figur yang mendukung gerakan fundraising," kata Direktur Institut Fundraising Indonesia, Arlina F. Saliman dalam keterangannya.

Lembaga-lembaga tersebut, menurut Arlina, sangat harus diapresiasi keberadaannya karena telah menggerakkan kepercayaan publik untuk terus berbagi terhadap sesama.

Arlina mengatakan, penghargaan ini juga diharapkan bisa mendorong lembaga sosial kemanusiaan agar termotivasi melakukan fundraising dengan transparan dan akuntabel.

"Penghargaan ini juga sebagai edukasi kepada masyarakat bahwa para pegiat filantropi yang kerap bekerja dalam sepi ini memiliki banyak program yang bisa dipertanggungjawabkan, transparan dan akuntabel," kata Arlina.

Arlina berharap IFA Award juga dapat mendorong ketertarikan anak-anak muda untuk masuk ke dalam dunia sosial kemanusiaan. 

Ketua Dewan Juri IFA Award 2022 yang juga Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS, Ahmad Juwaini mengatakan, pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan ini, karena ini adalah penyelenggaraan tahun yang ketiga.

"Ini menunjukkan bahwa IFA konsisten menyelenggarakan kegiatan ini," kata Ahmad.

Mengenai penjurian, Ahmad melihat bahwa pelaksanaan dilakukan dengan sangat baik. Dilakukan dengan independen melibatkan berbagai dewan juri yang memiliki latar belakang beragam dan memiliki concern dan komitmen, serta kompetensi untuk menilai berbagai perkembangan, keahlian dan berbagai inovasi di bidang fundraising.

Anggota juri IFA Award 2022, Iqbal Setyarso mengatakan, dari penentuan nominasi, IFA sungguh-sungguh memilih para jurinya, mencerminkan kesungguhan menjaga kualitas penjurian yang pada gilirannya menjadi penentu bobot IFA itu sendiri.

"Publik pun akan menjadikan IFA tolak ukur preferensi, dan pihak yang lolos penilaian dewan juri akan memiliki trust sebagai lembaga filantropi yang dipercaya," kata Iqbal.

Direktur South East Asia Humanitarian (SEAHUM), Amin Sudarsono, yang juga menjadi salah satu juri mengatakan, lembaga yang melalui proses wawancara benar-benar serius mengikuti jalannya penjurian.

"Para peserta mengajukan juri bicara terbaik, tak jarang langsung top manajemen. Menunjukkan keseriusan nominasi IFA ini," kata Amin. []