Indonesia Genting Corona, Arief Poyuono Serukan Jokowi Terbitkan Dekrit Perpanjang Masa Jabatan Presiden

Presiden Joko Widodo/Ist
Presiden Joko Widodo/Ist

Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono terus menyerukan wacana penambahan masa jabatan Presiden Joko Widodo.


Dalam video berdurasi 8 menit 25 detik, awalnya Arief Poyuono memaparkan bahwa hari ini Indonesia sedang mengalami kondisi genting karena pandemi virus corona baru (Covid-19).

Pandemi Covid-19, dijelaskan Arief, berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi dan politik masyarakat.

Karenanya, eks Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, harus ada perubahan politik dengan dua cara.

Pertama, amandemen UUD 1945 untuk mengubah masa jabatan presiden menjadi 3 kali. Yang kedua, adalah Jokowi mengeluarkan Dekrit Presiden.

"Kita tidak tahu kapan Covid-9 ini berakhir, tahun 2024 ini sangat dekat bisa saja masa jabatan Jokowi ditambah 3 tahun lagi. Atau masa jabatan anggota DPR juga bertambah. Kan bisa? dalam keadaan darurat? kata Arief Poyuono dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu itu juga menguraikan, andai kata agenda pemilihan presiden tetap dilakukan tahun 2024 mendatang maka risikonya adalah peningkatan kasus Covid-19.

Alasannya, banyak orang yang melakukan kampanye dan ada biaya besar untuk pemilu.

"Duit bisa untuk menyelamatkan rakyat karena terdampak Covid-19. Untuk nangani Covid-19," kata Arief.

Arief juga menyoroti para kepala daerah yang malah lebih rajin melakukan pencitraan untuk merengkuh perhatian demi mendapatkan tiket capres untuk tahun 2024 mendatang.

"Faktanya saat ini banyak gubernur lebih rajin pencitraan mau jadi presiden. Akhirnya rakyatnya keleleran, penanganan Covid-19 keleleran, baik di Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta," demikian Arief Poyuono. []