Ini Aturan di Bandara Soekarno-Hatta Jelang Peniadaan Mudik

Bandara Soekarno-Hatta/RMOLJakarta
Bandara Soekarno-Hatta/RMOLJakarta

Sejumlah aturan diterapkan pengelola Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng menjelang peniadaan mudik yang berlaku mulai tanggal 6-17 Mei mendatang. 


Menurut Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, saat ini di bandara tersebut masih berlaku pengetatan berdasarkan aturan yang berlaku hingga 5 Mei. 

Di antara aturan itu adalah pembatasan masa berlaku hasil Rapid Antigen, yaitu hanya 1x24 jam.

"Bahwa hasil Rapid Test Antigen maupun PCR hanya berlaku 1x24 jam," kata Agus," seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLBanten, Selasa (4/5). 

Selain soal masa berlaku hasil tes, Agus juga menyebut telah menempatkan check point di area keberangkatan untuk menghindari penumpukan penumpang. 

"Di tempat ini, sejumlah petugas khusus atau Marshal disiagakan," tuturnya.

Sementara pada musim peniadaan mudik, maskapai penerbangan tetap bisa beroperasi. Namun hanya diizinkan mengangkut penumpang yang dikecualikan dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021.

Warga yang dikecualikan adalah dalam perjalanan dinas, menjenguk keluarga sakit, pengiriman logistik, hingga istri yang akan melahirkan. 

Nantinya, pihak Bandara akan menambah satu check point lagi yang bertugas memeriksa dokumen calon penumpang, dan memberi persetujuan laik terbang atau tidak. 

"Petugas akan memeriksa kelengkapan dokumen yang menunjukkan mereka adalah penumpang yang dikecualikan menurut SE Nomor 13 Tahun 2021," ujar Agus.

Lebih jauh, Agus menegaskan akan menjaga keseimbangan kapasitas terminal bandara agar penumpukan tidak terjadi dan protokol kesehatan dipatuhi. 

Strategi Agus dan jajaran adaah dengan melakukan penyebaran. Selain itu juga akan ada petugas yang bertindak sebagai pemegang komando di lapangan. 

"Jadi konsep kami adalah buka tutup ke area check-in," tandasnya. 

Nantinya, calon penumpang akan dibatasi. Jika antrean sudah penuh, maka petugas akan melakukan penutupan sementara, dan seterusnya. 

Agus berharap pengguna jasa disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan tidak bepergian pada masa peniadaan mudik diberlakukan apabila tidak ada keperluan mendesak.

"Prediksi kami juga tidak ada lonjakan penumpang yang signifikan. Karena kita tahu, imbauan pemerintah juga telah jauh-jauh hari. Bahkan kita tahu juga ada ancaman sanksi bagi yang melanggar," pungkasnya. []