Ini Kisah Mualim Teko yang Dipakai Jadi Nama Jalan di Depan Taman Wisata Alam Muara Angke

Jalan Mualim Teko yang berada tepat di depan Taman Wisata Alam Muara Angke, Kamal Muara, Jakarta Utara/Ist
Jalan Mualim Teko yang berada tepat di depan Taman Wisata Alam Muara Angke, Kamal Muara, Jakarta Utara/Ist

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan sebuah jalan yang berada tepat di depan Taman Wisata Alam Muara Angke, Kamal Muara, Jakarta Utara, dengan nama Jalan Mualim Teko. 


Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, Rofiqoh mengatakan, penetapan jalan tersebut berdasarkan pada Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 565 Tahun 2022 Tentang Penetapan Nama Jalan, Gedung, dan Zona Dengan Nama Tokoh Betawi dan Jakarta. 

“Ada satu jalan di Jakarta Utara, tepatnya di depan Taman Wisata Alam Muara Angke yang diberi nama Jalan Mualim Teko,” kata Rofiqoh dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Jumat (1/7).

Adapun nama Mualim Teko diambil dari seorang tokoh bernama asli Laid Abu Nasr Bin Ibrohim Assamarkhandi yang hidup sekitar pada abad 10 Masehi. 

Hidup di tengah-tengah warga dengan ilmu yang dimilikinya membuat warga Betawi menyebutnya Mualim Teko lantaran ilmu yang dikucurkan ke masyarakat layaknya sebuah teko yang mengucurkan air. 

Hal itu diketahui dalam sebuah kitab karangan Mualim Teko berjudul Doa-Doa atau Baca-Bacaan (logat Betawi) yang berisikan tentang kumpulan doa-doa dan zikir harian, seperti bacan dalam salat, bacaan dalam wudu dan beberapa bacaan zikir yang mempunyai keutamaan tertentu. 

“Pemberian nama Jalan Mualim Teko karena jalan tersebut sebelumnya belum memiliki nama jalan resmi, hanya sebutan saja,” kata Rofiqoh.

Lurah Kamal Muara, Tahta Yujang menambahkan, terdapat pertemuan dengan pengurus lingkungan seperti RT/RW maupun warga sebelum adanya penetapan nama jalan sepanjang sekitar satu kilometer tersebut. 

Dia pun mempersilakan warga untuk mengganti administrasi kependudukan maupun administrasi lain jika memerlukannya. 

“Sebelumnya kita sudah bertemu dengan pengurus lingkungan RT/RW dan warga untuk memberitahu akan adanya pemberian nama jalan itu,” kata Tahta Yujang. 

Sebelum ditetapkan nama Jalan Mualim Teko, jalan tersebut belum memiliki nama resmi, hanya sebutan jalan Taman Wisata Alam Muara Angke. []