Intimidasi Kadispora Tangsel Terhadap Wartawan Dikecam

Tangkap layar Kepala Dispora Kota Tangsel, E. Wiwi Martawijaya ayunkan tangan mau memukul/RMOLBanten
Tangkap layar Kepala Dispora Kota Tangsel, E. Wiwi Martawijaya ayunkan tangan mau memukul/RMOLBanten

Ditanya soal pemeriksaan yang dijalani di Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan (Tangsel), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel, Entol Wiwi Martawijaya langsung naik pitam.


Wiwi bahkan terlihat mengintimidasi wartawan media online, Yudi Wibowo.

Dalam video yang beredar, Wiwi hendak dikonfirmasi sejumlah wartawan yang sudah menunggu di Gedung Kejari Tangsel tersebut. 

Usai keluar, sejumlah wartawan langsung mewawancarai Wiwi terkait pemanggilan oleh Kejari Tangsel.

Diduga pemanggilan Wiwi berkaitan dengan kasus korupsi dana hibah KONI Tangsel sebesar RP 7,8 miliar. 

Namun, Wiwi enggan menanggapi berondongan pertanyaan yang dilontarkan awak media.

"Males saya banyak yang goreng-goreng," ketus Wiwi dikutip dari Kantor Berita RMOLBanten.

Wiwi justru menanyakan salah seorang awak media dan kemudian hendak memukul yang bersangkutan.

"Mana namanya si Yudi babeh. Gua sikat ni sekarang," kata Wiwi sambil ingin melayangkan kepalan tangan kanannya ke wajah seorang awak media.

Yudi yang dimaksud adalah Yudi Wibowo dari media online Kabar6.

Ketua Pokja Wartawan Harian Tangsel, Rizki menyesalkan sikap Kepala Dispora Tangsel, E. Wiwi Martawijaya.

"Sikap pejabat tidak sepantasnya seperti itu," kata Rizki, Selasa, (22/6).       

Menurut Rizki, saat peliputan wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

"Maka, kekerasan kepada wartawan sangat disayangkan," ujar Rizki yang juga Redaktur Pelaksana Kantor Berita RMOLBanten itu.

Rizki menjelaskan, jika narasumber tidak terima dengan pemberitaan, dia bisa melakukan hak jawab, hak koreksi hingga pelaporan ke Dewan Pers.

"Ikuti prosedur yang ada. Jangan intimidasi wartawan yang tengah melakukan peliputan," kata Rizki.

Atas kondisi tersebut Pokja Wartawan Harian Tangsel menuntut Kadispora E. Wiwi Martawijaya meminta maaf. []