IPW: Pak Kapoldasu, Usut Tuntas Bentrokan "Jaran Kepang"

Tangkapan layar bentrok antara warga dengan ormas keagamaan di Medan/Repro
Tangkapan layar bentrok antara warga dengan ormas keagamaan di Medan/Repro

Video sekelompok anggota ormas keagamaan tengah membubarkan pertunjukan Jaran Kepang di Medan, Sumatera Utara viral di media sosial. Dalam pembubaran itu, anggota ormas juga terlibat baku hantam dengan warga.


Dalam video yang beredar, beberapa anggota ormas tampak mengenakan baju hitam dan baret merah ataupun peci putih tengah membubarkan Jaran Kepang. Namun, upaya itu mendapat penolakan dari warga sehingga terjadi keributan.

Dari peristiwa ini, baik warga maupun ormas itu saling lapor ke polisi. Akibatnya, 15 orang diperiksa sebagai saksi.

Merespon hal ini, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mendesak Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bertindak tegas menyapu bersih kelompok radikal tersebut dan segera memproses biang keroknya ke pengadilan.

Menurut Neta, jika manuver kelompok radikal ini dibiarkan, Indonesia akan terus menerus direcoki dua kelompok, yakni teroris dan kelompok radikal. 

Neta menegaskan, jika Kapolda Sumut tidak mampu segera menyapu bersih, Kapolri harus segera menggantinya dengan perwira yang mampu agar ketenangan dan kedamaian masyarakat Sumut terjaga.

"Khususnya ketenangan di bulan Ramadan," kata Neta melalui keterangan tertulis, Kamis (8/4).

IPW mendesak polisi bersikap tegas untuk menyapu bersih semua kelompok radikal, terutama yang bisa menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. 

Sesuai undang undang, hanya polisi yang berhak membubarkan kegiatan di masyarakat. 

"Ormas apapun tidak berhak membubarkan acara masyarakat, dengan alasan apapun," kata Neta. 

Neta mengatakan, jika ormas itu tidak senang dengan acara tersebut, mereka harus bisa melaporkannya ke aparat kepolisian. 

"Ormas apapun tidak punya hak sewenang-wenang membubarkan acara di masyarakat, apalagi meludahi warga yang hadir," pungkas Neta. []