Jadi Janji Kampanye Anies-Sandi, Penjualan Saham Bir Bakal Terus Diupayakan Pemprov

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta/Net
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta/Net

Jauh sebelum Presiden Jokowi memberi lampu hijau memberikan izin investasi minuman keras (miras), Pemprov DKI Jakarta telah lebih dulu memiliki perusahaan dan pabrik bir. 


Namun sejak tahun 2019 lalu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sudah mengajukan permohonan ke DPRD DKI Jakarta untuk melepas saham bir di PT Delta Djakarta dengan tujuan agar warga Jakarta terhindar dari konsumsi miras. 

Anies menyampaikan, uang hasil penjualan saham bisa dialokasikan untuk membangun fasilitas publik dan memenuhi kebutuhan dasar warga.

Namun hingga kini, permintaan Anies tersebut tak kunjung terealisasi karena terganjal persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. 

"Prinsipnya kami di eksekutif akan menjual saham tersebut kepada publik. Namun demikian harus mendapatkan persetujuan dari teman-teman DPRD," jelas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balaikota DKI Jakarta, Senin (1/3). 

Pria yang akrab disapa Ariza itu menegaskan Pemprov DKI Jakarta akan terus memperjuangkan agar penjualan saham bir Delta Djakarta dapat persetujuan DPRD DKI Jakarta. 

"Karena itu menjadi bagian dari visi dan misi, janji kampanye Anies-Sandi. Nah tentu kami sekarang akan terus mengupayakan," pungkas mantan Anggota DPR RI itu. 

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menegaskan tidak akan menyetujui penjualan saham bir PT Delta Djakarta Tbk.

"Selama saya masih Ketua DPRD enggak akan saya jual itu. PT Delta Djakarta Tbk tuh enggak ada salahnya," kata Prasetio dalam rapat bersama Komisi B DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2020).

Prasetio menyebut, persoalan PT Delta jangan dikaitkan dengan urusan iman. Pemprov DKI Jakarta harus lebih cermat dalam melihat posisi PT Delta. 

"Ini enggak salah mau dijual. Penjualannya pun tidak rasional. Pak mohon izin, Pak satu triliun? Itu sudah Tbk bos. Sekarang di bursa efek itu tinggal mau nangkep, 'ih saya mau beli' apa mau kita jadi bodoh lagi. Kan enggak boleh gitu Pak," kata politisi PDIP itu. []