Jaya Suprana: Dengan Jihad Al Nafs, Peradaban Demokrasi Indonesia Lebih Humanis

Budayawan Jaya Suprana/lst
Budayawan Jaya Suprana/lst

Menurut Jaya Suprana, dalam politik tidak ada kategori masuk surga atau negara, yang ada manusia masuk neraka atau surga. Demokrasi harus dibangun dengan pribadi-pribadi manusia yang mampu berjihad dalam kebenaran.

"Menurut saya, manusianya itu build in di dalam demokrasi, atau demokrasi di dalam build in di anu manusia, itu sebetulnya ada dan tidak ada, bisa jadi perdebatan yaitu dengan jihad al nafs,” kata Jaya Suprana dalam acara diskusi publik Universitas Paramadina, bertema Demokrasi Indonesia Tanpa Humanisme?, Selasa (1/11).

Jaya Suprana menuturkan bahwa masyarakat Indonesia bisa membentuk peradaban yang luar biasa indah dengan berbagai kultur yang dimiliki bangsa ini.

“Saya enggak bicara etika tapi saya bicara estetika. Estetika enggak kalah penting ketimbang etika, etika itu cara kita, tapi tujuannya estetik. Kalau enggak estetika enggak indah baiknya jangan, walaupun kita bisa berdebat juga tentang estetika. Kita enggak ada habisnya,” ucapnya.

Dia menegaskan bahwa untuk menjadikan peradaban demokrasi di Indonesia lebih humanis, seharusnya setiap manusia di Indonesia bisa berjuang dengan dirinya sendiri.

"Ini ada andaikatamologi. Saya tidak berani berdebat tapi saya bisa tawarkan yaitu tadi jihad annafsi. Untuk membentuk peradaban bukan hanya demokrasi bukan hanya kemanusiaan tapi terhadap diri,” tutupnya.[]