Jelang Purna Tugas Jenderal Andika  Pengamat: Jokowi Nilai Kinerja Calon Panglima TNI

Tentara Nasional Indonesia/Net
Tentara Nasional Indonesia/Net

Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) memberikan dukungan kepada salah satu Kepala Staf menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dukungan tersebut disuarakan menjelang purna tugas Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pada November 2022 nanti.


Koordinator Forum Kajian Isu Strategis Negara Demokrasi (F - KiSSNed), Erlangga Abdul Kalam menyoroti adanya Kepala Staf yang mulai kasak-kusuk mengincar posisi Panglima TNI.

"Apalagi sejumlah ormas juga mulai memberikan dukungan agar Kepala Staf tersebut bisa menjadi Panglima TNI," kata Erlangga dalam keterangannya, Kamis (30/6).

Erlangga menilai hal tersebut tentunya bisa menjadi polemik internal matra dan antar matra. 

Menurut Erlangga, TNI harus tetap solid dan sinergis, untuk itu perlu kearifan semua pihak dengan lebih mengedepankan keharmonisan hubungan antar kelembagaan, demi perdamaian dan persatuan.

"Pada dasarnya upaya yang dilakukan oleh Kepala Staf TNI itu tidaklah etis, karena masih ada waktu yang lumayan panjang. Ada waktu sekitar 6 bulan lagi lah kira-kira jelang Jenderal Andika pensiun sebagai Panglima TNI," kata Erlangga.

"Saya yakin setiap keputusan yang nantinya akan diambil oleh Presiden itu akan berdasar pada penglihatan kinerjanya, tidak semata-semata cukup dengan reputasi," sambungnya.

Diketahui Jenderal Andika Perkasa akan memasuki pensiun pada November 2022 mendatang. Sesuai urut kacang, maka Kepala Staf TNI AL yang berkesempatan untuk menjadi Panglima TNI. 

Apalagi selama Jokowi menjabat Presiden hingga dua periode, pucuk pimpinan TNI AL belum mendapatkan kesempatan sebagai Panglima TNI. []