John Kei Bantah Perintahkan Tagih Hutang Dengan Kekerasan

John Kei/Net
John Kei/Net

Sidang kasus pembunuhan dengan terdakwa John Refra alias John Kei kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis kemarin (6/5).


Dalam persidangan John Kei mengaku tidak pernah memberikan perintah untuk menagih hutang kepada Nus Kei dengan cara kekerasan dan dengan banyak orang.

"Juni 2020 sekitar jam 10 malam apa saudara pernah mengatakan pada kelompok saudara ayo kita datang ke saudara Nus Kei ayo kita datang semua?" tanya jaksa.

"Tidak pernah," jawab John Kei

"Apa saudara pernah kumpulkan anak-anak di kantor Kelapa Gading di Jakut?  Apa saudara pernah minta" sambung jaksa.

"Tidak pernah," jawab John Kei.

Di samping itu, John pun sudah memberikan surat kuasa menagih uang sebesar Rp 1 miliar kepada Nus Kei melalui pengacaranya Daniel Far-Far.

Bahkan, John merasa kecewa soal terjadinya penyerangan di wilayah Green Lake City, Tangerang dan Cengkareng, Jakarta Barat.

Pasalnya salah satu keluarganya menjadi korban pembunuhan.

Usai penyerangan di dua lokasi, polisi pun mengamankan John Kei dan kelompoknya di Bekasi.

John Kei didakwa pasal pembunuhan berencana, yakni pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana penjara 20 tahun.

Selain itu, John juga dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, 351 KUHP tentang penganiayaan, pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia, dan pasal 2 ayat 1 UU darurat RI tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.[]