Juli Bulan Pilu, Total 344 Nakes Gugur, Terbanyak Sepanjang Pandemi

Data kematian nakes per bulan sejak awal pandemi/LaporCovid19 (Diakses 30 Juli 2021, pukul 16.40 WIB)
Data kematian nakes per bulan sejak awal pandemi/LaporCovid19 (Diakses 30 Juli 2021, pukul 16.40 WIB)

Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi sepanjang Juni-Juli 2021 menyisakan kepiluan mendalam. Selain puluhan ribu orang meninggal dalam periode itu, ratusan tenaga kesehatan (nakes) juga dikabarkan gugur di medan tempur melawan Covid-19. 


Sejak awal pandemi terjadi pada Maret 2020 lalu, para nakes memang menjadi pahlawan dengan berada di garda terdepan. Namun, tugas dan bakti mereka harus dibayar mahal. Pasalnya, mereka juga menjadi kelompok paling rentan terpapar Corona lantaran setiap hari merawat pasien. 

Sejak Maret 2020 hingga saat ini, para nakes terus berguguran setiap bulannya. Namun seiring lonjakan dahsyat yang terjadi belakangan, tampaknya Juli 2021 menjadi bulan paling pilu bagi dunia kesehatan Indonesia. 

Melansir data LaporCovid19, per hari ini, Jumat (30/7) pukul 16.40 WIB, jumlah nakes yang gugur sepanjang Juli 2021 sudah mencapai 344 orang. Menjadikan Juli sebagai bulan dengan kematian nakes tertinggi sepanjang pandemi. 

Jumlah kematian nakes di bulan Juli 2021 melonjak hampir 200 persen dibanding bulan Juni 2021, di mana tercatat 90 orang nakes gugur pada bulan tersebut. 

Kematian nakes di bulan Juli 2021 ini juga jauh lebih tinggi dibanding gelombang lonjakan Covid-19 di Indonesia pada Desember 2020-Januari 2021. Bulan Januari 2021 berada di urutan kedua dengan 160 nakes gugur, dan Desember 2020 di urutan ketiga dengan 143 nakes gugur. 

Secara total, sejak awal pandemi hingga saat ini, sudah ada 1.631 tenaga kesehatan yang gugur melawan Covid-19. Mereka terdiri dari berbagai profesi kesehatan mulai dari dokter hingga tenaga farmasi. 

Rinciannya, dokter berada di urutan pertama dengan 598 orang. Disusul perawat 503 orang, bidang 299 orang, apoteker 47 orang, dokter gigi 46 orang, dan seterusnya. 

Secara sebaran wilayah, kematian nakes terjadi di hampir 34 provinsi di Indonesia. Jawa Timur berada di urutan pertama dengan 521 nakes gugur. Disusul Jawa Barat 178 nakes, DKI Jakarta 162 nakes, Jawa Tengah 145 nakes. 

Berikutnya Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan dengan 45 nakes, Banten 35 nakes, Kaltim 25, Kalsel 22, Aceh 18, Riau 16, Sumsel 14, DI Yogyakarta 14, Lampung dan Bali 13, dan seterusnya. 

Menurut data LaporCovid19, terdapat 301 orang tenaga kesehatan yang tidak masuk statistik wilayah dan waktu kematian. Pasalnya, data mereka tidak diketahui meninggal di mana dan kapan. 

Mengutip imbauan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Masyarakat umum bisa membantu para nakes dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Dengan disiplin prokes, diharapkan seseorang tidak terpapar sehingga bisa sedikit meringankan beban para nakes. []