KAI Buka Suara soal Pelecehan Seksual di Kereta Api Jarak Jauh

Ilustrasi/net
Ilustrasi/net

Jagat media sosial dihebohkan dengan viralnya penumpang kereta api yang melakukan pelecehan dengan memegang paha perempuan disebelahnya. Korban yang risih langsung melaporkan kejadian itu kepada kondektur.


Menanggapi hal ini,VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Joni Martinus menyebut kejadian ini terjadi di KA Argo Lawu relasi Solo Balapan-Gambir pada Minggu (19/6).

"Setelah mendapatkan laporan dari korban, kondektur yang bertugas langsung bergerak cepat untuk memindahkan tempat korban dengan mencarikan tempat duduk yang kosong lainnya dan memberi teguran kepada pelaku," kata Joni dalam keterangan tertulis, Selasa (21/6). 

Atas kejadian ini, pihak KAI menyampaikan permohonan maaf kepada korban atas ketidaknyamanan yang dirasakan. 

Saat ini KAI sedang berkordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk menentukan langkah hukum yang akan diambil guna mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari. 

"Kami sangat menyesalkan dan menaruh perhatian sangat serius terhadap kejadian tersebut. KAI berkomitmen untuk selalu memberikan perlindungan kepada para pelanggan untuk memberikan rasa aman dan nyaman selama dalam perjalanan," kata Joni. 

Belajar dari peristiwa ini, KAI juga rutin melakukan sosialisasi Anti Pelecehan Seksual di stasiun dan selama dalam perjalanan. 

KAI mengajak pelanggan agar tetap waspada dan terus mendorong pelanggan agar melapor kepada petugas apabila terjadi tindakan pelecehan seksual atau kekerasan terhadap wanita saat menggunakan transportasi KA. 

Bila terjadi dugaan pelanggaran asusila dalam kereta, Joni meminta korban untuk tidak segan-segan menghubungi Kondektur yang bertugas melalui nomor handphone yang tertera pada dinding kereta. 

Selain itu, pelanggan juga dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 121, email [email protected], dan sosial media @KAI121.[]