Kalau Megawati Dianggap Berhasil, Seharusnya Menang Pilpres Lawan SBY

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Net
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Net

Rencana pemberian gelar profesor kehormatan oleh Universitas Pertahanan kepada Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri pada hari ini, Jumat (11/6), mengundang protes publik.


Salah satunya disuarakan akademisi yang memperjuangkan khittah NU melalui Komite Khittah NU 1926, Profesor Rachmat Wahab.

Menurut Rachmat Wahab, jika Megawati dianggap sebagai pemimpin yang berhasil, seharusnya  Megawati terpilih menjadi presiden saat Pilpres 2004 dan 2009.

Di hajatan dua pilpres tersebut Megawati justru kalah beruntun dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kalau emang itu berhasil Megawati saya yakin waktu itu, mohon maaf ya, pasti dia menang pemilihan presiden berikutnya. Kalau dia tuh berhasil, (gelar profesor) itu sebagai pembuktian bahwa beliau itu berhasil dan patut dihargai," kata Rachmat Wahab dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (11/6). 

Rachmat Wahab menjelaskan bahwa kritik ini dia sampaikan agar publik tidak serta merta percaya dengan apa yang diklaim pihak Universitas Pertahanan. Di mana Megawati dianggap bisa mengatasi krisis kala itu. 

"Jadi ini untuk koreksi. Kalau beliau berhasil kan dipilih oleh rakyat pada saat itu," tegasnya. 

Pihak Unhan menerangkan bahwa gelar diberikan lantaran Megawati dianggap berhasil dalam menghadapi krisis multidimensi di era pemerintahannya. 

Unhan mencatat Megawati berhasil menuntaskan konflik sosial seperti di Ambon dan Poso. 

Selain itu, Megawati juga dianggap mampu memulihkan pariwisata pasca Bom Bali dan mampu menangani masalah TKI di Malaysia. []