Kantongi Elektabilitas 17,7 Persen, Relawan Jokowi Tak Masalah Ibu Negara Lanjutkan Pimpin RI

Ibu Negara Iriana bersama suami Presiden Joko Widodo/Net
Ibu Negara Iriana bersama suami Presiden Joko Widodo/Net

Hasil survei Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) yang menempatkan Ibu Negara Iriana Jokowi menjadi capres terkuat kedua dari kalangan perempuan, direspon Relawan Jokowi Mania (Joman).


Meski begitu Joman belum terlalu yakin dengan temuan survei LPMM yang merilis Iriana Jokowi memiliki elektabilitas 17,7 persen, sebagai calon presiden 2024 terkuat kedua dari kalangan perempuan.

"Kadang-kadang antara mendukung dan menjerumuskan beda tipis. Harus hati-hati," ujar Ketua Relawan Joman, Immanuel Ebenezer, Kamis (15/4).

Namun demikian, jelas Noel sapaan akrab Immanuel Ebenezer, sah-sah saja Iriana melanjutkan kepemimpinan Presiden Jokowi.

"Dari segi rasionalitas sah-sah saja," terang Noel.

Jokowi sudah dua periode, maka tidak bisa mencalonkan lagi. Dan kalau Iriana mencalonkan diri, itu mengukuti demokrasi plus tidak ada konstitusi yang dilanggar.

"Ditambah, Ibu Iriana adalah orang terdekat Pak Jokowi, dia sangat paham kerja suaminya," imbuh Noel.

Menurut Noel, ini juga bisa dilihat sebagai peluang mengawal Nawacita Jokowi. Jangan sampai Nawacita hanya omong osong. Pernah terjadi tapi tidak bisa dirasakan.

"Nawacita harus benar-benar jadi catatan sejarah yang bisa dirasakan. Makanya harus dikawal," kata Noel.

Intinya, selama masih sesuai dengan mekanisme demokrasi dan tidak melanggar konstitusi, siapa saja anak bangsa bisa mencalonkan diri.

"Presiden itu pilihan rakyat, bukan pilihan Pak Jokowi. Kan tidak bisa Pak Jokowi menunjuk istrinya," demikian Noel dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.

Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) merilis survei terbaru, Rabu (14/4). Ibu Negara Iriana Jokowi menjadi capres terkuat kedua dari kalangan perempuan.

Berikut hasil survei LPMM yang digelar pada 26 Maret sampai 8 April 2021:

1. Puan Maharani (20,8 persen)

2. Iriana Jokowi (17,7 persen)

3. Sri Mulyani (15,8 persen)

4. Khofifah Indar Parawansa (14,6 persen)

5. Tri Rismaharini (11,8 persen)

Dari 2.000 ribu responden yang diwawancarai melalui sambungan telepon, sebanyak 14,1 persen tidak memilih. []