Kapal yang Masih Tambat Labuh di Waduk Pluit Ditertibkan

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Juaini Yusuf memimpin operasi penertiban sejumlah kapal yang masih melakukan tambat labuh ke kawasan Gedung Pompa Waduk Pluit/Ist
Wakil Wali Kota Jakarta Utara Juaini Yusuf memimpin operasi penertiban sejumlah kapal yang masih melakukan tambat labuh ke kawasan Gedung Pompa Waduk Pluit/Ist

Pemkot Jakarta Utara menertibkan kapal yang masih melakukan tambat labuh di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (24/11).


Penertiban tersebut bertujuan untuk menjaga struktur dan stabilitas tanggul yang dibangun melalui program pembangunan pesisir terpadu nasional (National Capital Integrated Coastal Development/ NCICD).

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Juaini Yusuf memimpin operasi penertiban sejumlah kapal yang masih melakukan tambat labuh ke kawasan Gedung Pompa Waduk Pluit.

"Kawasan Gedung Pompa merupakan salah satu area tangkapan air yang berperan penting dalam pencegahan rob maupun banjir di musim penghujan," kata Juaini.

Dia menambahkan, sebelumnya telah menyosialisasikan kepada pemilik kapal agar tidak menambatkan kapalnya pada tanggul NCICD, sebelum melakukan penertiban.

"Sosialisasi dilakukan sejak 31 Oktober 2022 lalu, bertempat di Kantor Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Pluit," kata Juaini.

Dalam pertemuan tersebut telah disepakati bersama bahwa kapal-kapal besar di atas 7 GT (Gross Ton) ataupun kapal-kapal kecil harus kembali ke pangkalan asal, yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman atau Pelabuhan Perikanan Nusantara Muara Angke, dengan batas waktu sampai tanggal 15 November 2022. 

Menurut Juaini, dalam beberapa hari ke depan setelah penertiban ini kapal-kapal yang berlabuh seluruhnya bisa pergi dan tanggul ini bebas dari tambatan-tambatan kapal yang besar maupun yang kecil.

Hadir bersama dalam kegiatan tersebut Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah Kemaritiman Kementerian Koordinasi Maritim dan Investasi, Supardiono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekko Administrasi Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman.

Selanjutnya Camat Penjaringan, Depika Romadi, kepala Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan (UP3) Muara Angke, Mahad, Subkoor Syah Bandar, Arif Rahman, Kepala Kantor Syah Bandar Tanjung Priok, Kapten Samuel, dan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sunda Kelapa, Masobirin.[]