Kasus Aktif di Jakarta Hari Ini Bertambah 449 Orang

Update Covid-19 di DKI Jakarta per 23 Juni 2022/Repro
Update Covid-19 di DKI Jakarta per 23 Juni 2022/Repro

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan DKI Jakarta, jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini naik sejumlah 449 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 7.228 (orang yang masih dirawat/isolasi).


"Kami turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan varian Omicron. Upaya 3T terus digalakan, selain vaksinasi Covid-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas," kata Dwi seperti dikutip dari Siaran Pers PPID DKI Jakarta, Kamis (23/6).

Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, dilakukan tes PCR sebanyak 10.463 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 9.320 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.054 positif dan 9.409 negatif. 

Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 13.866 orang dites, dengan hasil 446 positif dan 13.420 negatif. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 1.239.359 dengan tingkat kesembuhan 98,2%, dan total 15.311 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,2%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6%.

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. 

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 60.708 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 1.033.093 per sejuta penduduk," tambahnya.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,5%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%. []