Kasus Holywings Bikin Heboh, LPA2D: Bukti Pengawasan Badan Kesbangpol Tidak Jalan

Satpol PP DKI Jakarta menutup outlet Holywings yang berlokasi di 12 titik di ibu kota/Ist
Satpol PP DKI Jakarta menutup outlet Holywings yang berlokasi di 12 titik di ibu kota/Ist

Badan Kasatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta dinilai melempem dalam merespons potensi-potensi kegaduhan masyarakat di ibu kota. 


Salah satunya terkait dugaan penistaan agama dalam kasus Holywings yang sempat menampilkan gambar promosi produk minuman beralkoholnya dengan menggratiskan satu botol alkohol bagi calon konsumen yang memiliki nama Muhammad dan Maria.

Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD), Victor Irianto Napitupulu menilai Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta Taufan Bakri dan jajaran telah gagal menjalankan tugasnya dengan baik sehingga kasus Holywings menimbulkan kegaduhan publik.

"Kinerja Badan Kesbangpol perlu dievaluasi secara menyeluruh," kata Victor dalam keterangannya, Jumat (1/7).

Menurut Victor, Badan Kesbangpol senyatanya memiliki peran penting dalam menjaga kondusifitas di daerah, terutama yang berpotensi menimbulkan masalah terkait SARA.

"Sayangnya tugas Badan Kesbangpol tidak sesuai harapan. Fungsi monitoring yang melekat terbukti tidak jalan," kritik Victor.

Semestinya, lanjut Victor, Badan Kesbangpol DKI bisa lebih memberdayakan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat agar lebih efektif menjalankan tugas-tugas pengawasannya.

"Jangan setelah kasus besar lalu mulai ramai bergerak," demikian Victor.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan keputusan untuk mencabut izin seluruh gerai Holywings di Jakarta.

Pencabutan izin oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta itu didasarkan rekomendasi dan temuan pelanggaran dari dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni Holywings Group ternyata melanggar beberapa ketentuan dari DPPKUKM Provinsi DKI Jakarta, terkait penjualan minuman beralkohol di 12 gerai Holywings Group di DKI Jakarta.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta Benny Agus Chandra bahwa pencabutan izin 12 gerai itu sesuai ketentuan dan untuk membuat jera setiap pelanggaran.

"Sesuai arahan Gubernur untuk bertindak tegas, sesuai ketentuan dan menjerakan, serta mendasarkan pada rekomendasi dan temuan dua OPD Pemprov DKI Jakarta, maka kami selaku Dinas PMPTSP mencabut izin 12 gerai Holywings di Jakarta," kata Benny.

Rekomendasi dari dua OPD tersebut menjadi dasar bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk selanjutnya diajukan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Berikut 12 gerai Holywings di Jakarta yang dicabut izin operasionalnya:

1. Holywings yang berada di Kelurahan Tanjung Duren Utara

2. Holywings Kalideres

3. Holywings di Kelapa Gading Barat

4. Tiger

5. Dragon

6. Holywings PIK

7. Holywings Reserve Senayan

8. Holywings Epicentrum

9. Holywings Mega Kuningan

10. Garison

11. Holywings Gunawarman

12. Vandetta Gatsu. []