Kate Victoria Lim: Remaja Pemberani Pahlawan Generasi Penerus Indonesia

Kate Victoria Lim/Net
Kate Victoria Lim/Net

SAYA menonton wawancara Kate Victoria Lim di podcast Akbar Faizal yang asli etnis Sulawesi Selatan; podcast Refli Harun yang asli etnis Palembang; dan podcast Lieus Sungkharisma yang asli Tionghoa.

Mereka bertiga adalah tokoh nasional Indonesia yang kerap podcasting fakta-fakta dengan kritikan dan solusi membangun. Mereka terkesima dengan originalitas kepolosan curhatan anak kecil Kate Victoria Lim yang mengecam ketimpangan sistim peradilan Indonesia dengan segelintir oknum-oknum yang  berkuasa di institusi-institusi terhormat.

Saya pun ikut kagum dan terkesima seperti reaksi dari ketiga podcaster kondang yang lagi ngetop di Indonesia dan juga kini podcast-podcast mereka mulai viral di Amerika Serikat karena konsisten meliput tokoh-tokoh yang bermutu dalam podcastnya.  

Pada saat yang sama, saya juga tidak heran mengapa masih ada segelintir orang yang men cap bapak dan anak Alvin Lim dan Kate Victoria ini "mencari panggung" terutama dari segelintir oknum kalangan Tionghoa yang mungkin iri atau kurang nyaman dengan kegigihan duet anak bapak keluarga Lim ini.

Bukankah bapak anak keturunan Tionghoa ini berjuang menyuarakan genderang perang memerangi ketidak adilan di negeri ini dengan nyali berani mati untuk kita semua, the Indonesians! Bukan hanya untuk kepentingan mereka berdua yang sudah bernasib diciptakan Tuhan lahir sebagai orang Tionghoa di Indonesia! Ain't no way Jose, they are in fact doing this kamikaze for us, Indonesians of all etnicities!.

Sementara cokin-cokin kunyuk berpendidikan dan tajir yang nyinyir berkomentar negatif ini sepertinya tidak sudi kalau melihat ada orang Tionghoa vokal yang menyuarakan ketidak adilan. Sepertinya mereka phobi dari sejak zaman Soeharto. Mereka sudah terbiasa cari aman, bahkan walau telah ada korban-korban orang Tionghoa waktu tragedi kerusuhan berdarah Mei tahun 1998 pun mereka tiarap tidak melawan, bahkan banyak juga yang pindah negara! Dan sepertinya mereka sudah  melupakan dan memaafkan tragedi berdarah itu.

By contrast, di sisi lain, reaksi ribuan penonton podcast Akbar F, Refli H, dan Lius S yang merefleksikan sebagian besar masyarakat Indonesia yang beragam suku dan agama, bergema meledak mendukung curhatan hati anak remaja Tionghoa bernama Kate Victoria Lim generasi penerus NKRI yang berhati nurani merah putih.

Semoga curhat anak Tionghoa ini menjadi momentum kita semua orang Indonesia ikut mendukung perjuangan bapak anak ini dalam sejarah RI. Selamat berjuang Kate, kamu berjuang untuk kita semua orang-orang Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika yang selama ini selalu berharap agar sistem hukum peradilan dan pemerintahan masa depan NKRI yang lebih baik.

Tentunya termasuk kami orang-orang Tionghoa minoritas yg selama ini tidak berani bersuara, manut duduk manis nonton ludruk sinetron sistem demokrasi dan peradilan yang terkesan retorika belaka dari hari kehari.

Kate, persetan dengan segelintir cokin munafik yang berada di comfort zone itu. Mereka sudah nyaman, tiong-tiong bopien, pengecut tapi tajir berlimpah harta hidup serba mewah. Mereka menyinyir kamu dan papamu mencari panggung tapi they do nothing. Sontoloyo memang! Jangan peduli dengan nyinyiran mereka, Indonesia is a democratic country whereby everyone is free to express themselves.

Mereka hanya segelintir manusia munafik yang mengaku NKRI harga mati tapi pada kenyataannya hanya peduli cari kangtaw numpukin harta sepuluh keturunan, cari aman, tidak perduli akan menjadi apa negeri ini! Kita semua masyarakat Indonesia yang menginginkan sistem hukum peradilan yang sama, equality before the law tajam ke atas dan ke bawah,  dengan ini berdoa semoga Tuhan senantiasa melindungi perjuangan kalian, father and daughter. Amin. []