Keblinger, Jadikan Anies Sasaran Tembak Kerumunan Tanah Abang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengecek kerumunan di Pasar Tanah Abang/Ist
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengecek kerumunan di Pasar Tanah Abang/Ist

Membeludaknya pengunjung Pasar Tanah Abang yang sudah berlangsung sejak Sabtu (1/5) sepertinya menjadi amunisi baru sejumlah politikus untuk menyerang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.


Salah satunya disuarakan anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak. Ia menilai  Anies Baswedan lalai mencegah kerumunan pengunjung di Pasar Tanah Abang.

Anies diminta segera bertindak untuk mengakhiri kerumunan itu agar angka penyebaran Covid-19 tidak melonjak. 

Sementara pengamat politik LW Kemanusiaan Institutre Muhammad Mualimin justru mendesak Mendagri Tito Karnavian menjatuhkan sanksi kepada Anies Baswedan yang dianggapnya tidak menegakkan protokol kesehatan di wilayahnya.

Merespon hal ini, pengamat kebijakan publik dari Bugdeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah menilai wajar Anies kerap menjadi sasaran tembak lawan-lawan politiknya.

"Anies gubernur yang punya banyak prestasi dan elektabilitasnya selalu tinggi, jadi wajar ada pihak-pihak yang berupaya merusak citranya," kata Amir saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Selasa (4/5).

Menurut Amir, kerumunan di Pasar Tanah Abang yang berpeluang menaikan angka penularan Covid-19, ternyata dimanfaatkan mereka untuk membidik Anies.

"Tapi keblinger kalau menyalahkan Anies dalam kasus kerumunan Tanah Abang," kata Amir.

Amir berpandangan, semua pihak bertanggung jawab atas kerumunan di Pasar Tanah Abang.

"Apalagi banyak pengunjung Tanah Abang yang berasal dari luar Jakarta. Aneh kalau semua ditimpakan kepada Anies," demikian kata Amir.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil langkah untuk memberlakukan pengetatan pengendalian pengunjung terhitung sejak Minggu 2 Mei 2021.

Pengetatan ini bukan hanya berlaku di pasar Tanah Abang, namun juga setiap kawasan pasar di ibu kota. Tujuannya supaya potensi klaster baru Covid-19 bisa diminimalisir. []