Keji, Mantan Kades di Lebak Banten Cabuli Keponakan Sendiri

Pelaku pencabulan berinisial AB/Ist
Pelaku pencabulan berinisial AB/Ist

Entah apa yang ada dipikiran AB (51) yang nekat melakukan pencabulan terhadap keponakan istrinya sendiri yang berumur 13 tahun di wilayah Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Banten, pada Senin (27/6).


Kapolsek Cilograng AKP Asep Dikdik menyebut kronologis pencabulan terjadi. Korban, dengan nama samaran Fani terbiasa bermalam di rumah AB dengan maksud untuk menemani istrinya. 

"Namun pada saat itu rumah tersangka AB dalam keadaan kosong karena istri dan anak pelaku tidak ada di rumah sehingga tinggal pelaku dan korban, kemudian pelaku membujuk korban dengan modus ingin mengobati korban supaya dapat jodoh," kata Asep dalam keterangan tertulis, Kamis (30/6). 

Dalam suasana terpojok, AB meminta korban untuk membuka baju akan tetapi korban menolak. 

"Kemudian AB membuka baju korban secara paksa dan mencium bagian tubuh korban,” ujar Asep. 

Setelah itu, AB membuka celana dalam korban secara paksa. 

"Setelah kejadian tersebut AB meninggalkan korban dan meminta korban untuk tidak memberitahukan aksi bejatnya kepada siapapun sambil memberikan uang sebesar Rp 50.000," kata Asep. 

Usai kejadian ini, Fani langsung menghubungi bibinya sendiri WR (30) agar minta dijemput. Kemudian korban dijemput dan dibawa ke rumah bibinya. Korban Fani pun menceritakan kejadian tersebut kepada ibu kandungnya. 

Tak berselang lama, usai melapor ke pihak kepolisian, akhirnya AB yang juga mantan kepala desa diamankan. 

“Tersangka AB yang diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Cilograng ternyata mantan Kepala Desa, AB melakukan tindak pidana pelecehan seksual atau pencabulan terhadap anak dibawah umur yang bertempat di rumah pelaku di Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak,” kata Asep. 

AB pun dijerat dengan pasal 82 Juncto pasal 76E Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.[]