Kemenag akan Santuni Korban Tembok Roboh di MTsN 19 

Tembok pembatas di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 roboh mengakibatkan tiga siswa MTsN 19 dilaporkan meninggal dan dua dirawat di rumah sakit/Net
Tembok pembatas di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 roboh mengakibatkan tiga siswa MTsN 19 dilaporkan meninggal dan dua dirawat di rumah sakit/Net

Hujan deras dan banjir menyebabkan tembok pembatas di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 roboh. Akibatnya, ada siswa MTsN 19 yang dilaporkan meninggal dan dirawat di rumah sakit.


"Menag Yaqut Cholil Qoumas dan keluarga besar Kementerian Agama sangat berduka dengan musibah yang terjadi di MTsN 19," kata Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie yang dikutip redaksi, Jumat (7/10).

Tiga korban meninggal Dunia adalah Dicka Shafa Ghifari (Kelas 8), Dendis Al Latif (Kelas 8), Adnan E (Kelas 8). Sementara untuk siswa yang menjadi korban luka tercatat dua orang.

Anna mengatakan, mereka semua saat ini sudah ditangani, baik untuk proses pemakaman maupun perawatan di rumah sakit.

"Kita doakan, anak-anak yang wafat saat mencari Ilmu ini mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarganya diberi ketabahan dan kesabaran. Dua siswa yang dirawat segera sehat dan bisa kembali belajar. Aamiin," harap Anna.

Menurut Anna, Menag Yaqut Cholil Qoumas sudah memberikan arahan kepada jajaran Pendidikan Islam untuk mendatangi lokasi kejadian dan segera memperbaiki sarana dan prasarana madrasah. Menag juga minta agar para korban mendapatkan santunan dan bantuan perawatan.

"Saat ini sudah memasuki musim hujan, curah hujan juga sangat tinggi. Kondisi ini agar menjadi perhatian bersama seluruh stakeholders pendidikan di madrasah dalam proses pembelajaran," kata Anna.

Hujan deras yang berlangsung sekitar 20 menitan pada Kamis sore (6/10) menyebabkan air masuk ke lapangan MTsN 19 Jakarta Selatan dan tembok pembatas roboh. Tembok itu menimpa panggung tempat anak bermain. Akibatnya, ada  tiga siswa yang wafat dan dua siswa dirawat. []