Kemendagri: Jangan Anggap Enteng, Sekretaris Wajib Punya Skill dan Kompetensi

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Pemerintahan Dalam Negeri Rochayati Basra/Ist
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Pemerintahan Dalam Negeri Rochayati Basra/Ist

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa peran sekretaris dalam sebuah organisasi perangkat daerah sangat vital.


Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri yang diwakili Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Pemerintahan Dalam Negeri Rochayati Basra bahkan meyakini bila kesuksesan suatu daerah ataupun perangkat daerah dalam mencapai tujuannya, salah satunya sangat tergantung pada kecakapan sekretaris.

"Sekretaris juga bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan pelaksanaan segala pekerjaan kesekretariatan," kata Rochayati Basra saat membuka Diklat Penguatan Sekretaris Perangkat Daerah di Jakarta, Senin (5/4).

Lebih lanjut Rochayati menjelaskan, menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, diatur bahwa kepala daerah dibantu oleh perangkat daerah yang terdiri dari unsur staf, unsur pelaksana, dan unsur penunjang.

Unsur staf ini diwadahi dalam Sekretariat Daerah dan atau Sekretariat DPRD. Semua hal yang menyangkut persoalan administratif ada disini.

"Jadi jangan dianggap enteng kerja-kerja sekretaris dan ASN di sekretariat. Sekretaris wajib punya skill dan kompetensi yang cukup," kata Rochayati.

Rochayati meyakini, jika sekretaris di organisasi perangkat daerah tidak memiliki kompetensi serta kemampuan manajerial yang cukup maka kerja organisasi akan terganggu.

"Terganggunya suatu pekerjaan kesekretariatan dapat menimbulkan kacaunya suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya," kata Rochayati.

Karena peranan dan fungsi sekretaris perangkat daerah begitu penting dan strategis 

Maka tidaklah berlebihan apabila sekretaris perangkat daerah dituntut untuk memahami berbagai regulasi yang terkait dengan kepegawaian, tata naskah dinas, kearsipan, humas dan protokol, pengelolaan keuangan daerah, pengelolaan barang milik daerah, dan lain sebagainya.

"Itulah mengapa BPSDM Kemendagri punya kewajiban moral untuk ikut memastikan para sekretaris di daerah siap dan mampu menjalankan tugasnya," kata Rochayati

 Terakhir, Rochayati berpesan kepada seluruh sekretaris perangkat yang hadir agar di saat pandemi Covid-19 yang penuh dengan tantangan dan tekanan ini, mereka bisa lebih kreatif dan inovatif dalam bekerja. Namun tetap dalam koridor aturan yang ada.

"Sekretaris harus mempunyai cara-cara baru, nilai-nilai baru, yang tidak terjebak dalam rutinitas yang monoton. Harus ada gagasan, ide kreatif serta inovatif," pungkas Rochayati.