Kerugian Korban Investasi Bodong Lucky Star Tembus 15,6 Miliar

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo menggelar jumpa pers kasus investasi bodong Lucky Star/RMOLJakarta
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo menggelar jumpa pers kasus investasi bodong Lucky Star/RMOLJakarta

Polres Metro Jakarta Barat membongkar dugaan kasus investasi ilegal berkedok trading forex bernama Lucky Star.


Polisi saat ini sudah menangkap salah satu pelaku yang menjadi otak kasus investasi ilegal dengan inisial HS.

Kepolisian menduga korban investasi bodong Lucky Star mencapai lebih dari 100 orang dengan total kerugian mencapai Rp15,6 miliar.

Dari hasil penyelidikan saat ini, baru teridentifikasi sekitar 53 orang korban investasi bodong ini.

"Setelah kita telusuri lebih dalam ada sekitar 100 orang ikut investasi jadi kerugian bisa lebih besar," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo dalam keterangannya, Selasa (8/6).

Dalam investasi bodong ini, kata Ady, para korban rata-rata menyetorkan uang sebesar Rp25 juta hingga Rp500 juta.

Polisi mengimbau warga yang merasa dirugikan oleh investasi ini untuk melapor ke Polres Metro Jakbar.

"Kami buka posko pengaduan terkait dengan kasus ini," kata Ady.

Dalam menjalankan aksinya, HS membuat promosi di media sosial dengan mengambil gambar dan internet dan kemudian dimanipulasi.

HS juga memberikan iming-iming keuntungan hingga enam persen tiap bulannya untuk membuat para korbannya tertarik.

"Pelaku memberikan iming-iming sebesar 4 sampai dengan 6 persen tersebut yang membuat para korban tertarik pada investasi bodong tersebut," demikian Ady.

Akibat perbuatannya, HS dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman penjara 4 tahun.[]