Kerumunan Tanah Abang Jadi Sorotan PDIP, FPPJ: Hobinya Kok Menyalahkan Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Dirut Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin meninjau Pasar Tanah Abang/Ist 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Dirut Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin meninjau Pasar Tanah Abang/Ist 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dipojokan terkait munculnya kerumunan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.


Sejak Sabtu kemarin (1/5), puluhan ribu pengunjung yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya berbondong-bondong menyerbut pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu untuk berburu baju Lebaran.

Salah satu politisi yang getol mengkritisi Anies adalah anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak.

Gilbert menilai Gubernur DKI Jakarta  lalai mencegah kerumunan pengunjung di Pasar Tanah Abang.

Gilbert mendorong Anies segera bertindak untuk mengakhiri kerumunan itu agar angka penyebaran Covid-19 tidak melonjak. 

Gilbert mengatakan, Anies merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas kerumunan Tanah Abang.

Menanggapi hal ini, Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) Endriansah alias Rian mengaku tidak sependapat dengan kritikan yang disampaikan Gilbert Simanjuntak.

"Kalau memang ada pelanggaran protokol kesehatan, ya proses sesuai aturan yang berlaku. Bukan hobinya terus menerus menyalahkan Anies," kata Rian saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Selasa (4/5).

Menurut Rian, dalam Perda Covid-19 dan PPKM mikro sudah jelas tentang pelaksanaan protokol kesehatan berikut sanksinya.

"Artinya Satpol dan Dinkes DKI harus berperan ekstra," demikian kata Rian.

Diketahui, mulai Minggu (2/5), sebanyak 2.500 petugas gabungan dari Satpol PP, Polri, dan TNI langsung melakukan operasi pembatasan pengunjung di Pasar Tanah Abang. 

Gubernur Anies dan Kapolda Metro Jaya serta Pangdam Jaya juga melakukan pemantauan ke lokasi. 

Dalam konferensi persnya ketika itu, Anies bilang, akan melarang pedagang berjualan di areal luar gedung. Sebab, petugas sulit membatasi pengunjung yang ada di luar. 

Anies juga meminta KRL tak beroperasi di Stasiun Tanah Abang tiap pukul 15.00 - 19.00 WIB. 

Selain itu, dilakukan pula rekayasa lalu lintas kendaraan yang hendak menuju dan pergi ke Tanah Abang. []