Ketua Balitbang Golkar Dorong Anak Muda Ikut Warnai Politik Indonesia

Ketua Balitbang Partai Golkar Jerry Sambuaga
Ketua Balitbang Partai Golkar Jerry Sambuaga

Kaum muda sepatutnya mewarnai politik Indonesia. Karena sejak era reformasi kesempatan berkiprah di dunia politik terbuka lebar. Bahkan sudah banyak anak muda yang menempati jabatan strategis di legislatif maupun eksekutif.


Demikian disampaikan Ketua Balitbang Partai Golkar Jerry Sambuaga dalam webinar Golkar Institute mengenai peran politik pemuda Indonesia yang dikutip redaksi, Jumat (23/7).

Jerry mengatakan, kesempatan itu makin terbuka lebar saat Presiden Jokowi merekrut banyak anak muda untuk membantunya baik di kabinet maupun di posisi-posisi lain. 

Jerry menilai anak muda mempunyai semangat kerja keras, kreativitas dan solidaritas yang tinggi sehingga bisa memberi warna tersendiri bagi politik Indonesia. 

Tren bagus di bidang lain seperti teknologi informasi, marketing, ekonomi dan investasi di mana anak muda menunjukkan kapasitasnya seharusnya bisa juga terjadi di dunia politik.

"Anak muda bisa bukan hanya menjadi agent of change tetapi bahkan bisa menjadi change maker itu sendiri.” kata Jerry.

Golkar sendiri, menurut Jerry, sangat terbuka bagi anak muda, bukan hanya kepada milennial tetapi juga generasi Z. 

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, dari pandangan Jerry, memiliki perhatian khusus kepada anak muda sehingga banyak memberikan peran bagi anak-anak muda Golkar.

“Beliau yakin betul bahwa anak muda punya potensi yang luar biasa untuk mengembangkan diri di politik dan juga potensi membangun partai serta membangun negara dan masyarakat," kata Jerry.

Keterbukaan Golkar terhadap peran politik anak muda ini, menurut Jerry, bisa dilihat dari banyaknya anak muda di Golkar yang sudah menempati posisi di berbagai bidang. 

“Banyak anggota DPR, anggota DPRD, bahkan kepala daerah. Ketua-ketua di organisasi internal Golkar maupun yang berafiliasi kepada Golkar juga anak muda. Jadi Golkar dalam hal ini selangkah di depan dalam mengakomodasi anak muda," lanjut Jerry.

Meski begitu Jerry mengakui bahwa masih ada banyak anak muda yang agak alergi dengan politik dan partai politik. 

Mereka banyak bersuara dan mengritik sistem dengan berbagai media ekspresi seperti media sosial.

Menurutnya hal itu adalah realitas yang justru harus dipandang positif karena menunjukkan kepedulian anak muda. 

Jerry menyarankan, jika ingin masuk dalam sistem, maka bisa dilakukan dengan masuk dalam organisasi politik.

Sedangkan jika ingin menjadi pemberi masukan dan pengawal kebijakan dengan baik, sambung Jerry, bisa dilakukan melalui organisasi kemasyarakatan maupun bertindak sebagai pribadi dan profesional yang memberikan masukan dan kritikan yang konstruktif kepada pembuat kebijakan publik.[]