Ketua IKM DKI: Banyak Jasa Taufik Kiemas di Sumbar

Mantan Ketua MPR RI Taufik Kiemas/Net
Mantan Ketua MPR RI Taufik Kiemas/Net

Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Minang akan menggelar istighosah dan tahlil dalam rangka haul sewindu mantan Ketua MPR RI Taufik Kiemas pada Sabtu malam besok (12/6).


Dalam haul yang akan diselenggarakan di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur agendanya adalah pembacaan doa dan tahlilan, serta refleksi sejarah dan perjuangan hidup Taufik Kiemas yang oleh warga Minang diberi gelar Datuk Basa Batuah.

Menurut Ketua DPW IKM DKI Jakarta, Irwandi, yang akan hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, warga Minang memang sangat menghormati dan menghargai Taufik Kiemas.

Karena suami Megawati Soekarnoputri itu, selain merupakan datuk-nya orang Minang, juga merupakan salah seorang tetua adat dan leluhur warga Minang.

Taufik Kiemas merupakan keturunan warga Sikumbang di Tanah Datar dari garis ibu. 

Garis keturunan inilah yang membuat dirinya pada tahun 2003 diberi gelar Datuk Basa Batuah dalam sebuah acara adat yang diselenggarakan di Istana Pagaruyung Batu Sangkar.

Dengan gelar tersebut, maka semasa hidup hingga wafatnya pada 8 Juni 2013, Taufik Kiemas memiliki kedudukan sebagai penghulu Kaum Sikumbang, 

“Beliau memliki banyak jasa bagi warga di kampungnya di Tanah Datar, Sumatera Barat, karena beliau membantu pembangunan kampungnya itu,” kata Irwandi dalam keterangannya, Jumat (11/6).

Jejak jasa Taufik Kiemas dalam pembangunan di Sumbar antara lain dapat ditemukan di perbukitan Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh.

Karena di lokasi tersebut ada sebuah jalan berkelok-kelok dengan panorama yang menawan, yakni Jalan Kelok 9.

Jalan ini, kata Irwandi, dibangun di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY atas dorongan Taufik Kiemas.

Jalan Kelok 9 yang mirip seperti area balap menghubungkan Sumbar dan Riau, serta menjadi jalan utama pusat perekonomian masyarakat sekitar.

Irwandi menambahkan, warga Minang memiliki peran yang sangat besar bagi bangsa Indonesia.

Karena dari daerah tersebut lahir tokoh-tokoh besar seperti Muhammad Hatta, KH Agus Salim dan Sutan Syahrir di masa revolusi. Sementara di era modern, salah satunya Taufik Kiemas.

“Jadi, saya ingin pemuda dan mahasiswa Minang terinspirasi oleh mereka dan dapat berbuat yang terbaik bagi bangsa dan NKRI,” demikian Irwandi. []