KNPI dan MBM Komitmen Bangun Kembali Dialog Malindo

Pertemuan DPP KNPI dengan Pengurus Majlis Belia Malaysia (MBM) di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Minggu (8/1)/Ist
Pertemuan DPP KNPI dengan Pengurus Majlis Belia Malaysia (MBM) di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Minggu (8/1)/Ist

DPP KNPI menggelar pertemuan dengan Pengurus Majlis Belia Malaysia (MBM) di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Minggu (8/1). Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat kerjasama kepemudaan kedua negara.


Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama mengatakan, Indonesia dan Malaysia memiliki kedekatan sejarah dan kebudayaan. 

"Kami komitmen membangun kembali dialog Malindo (Malaysia-Indonesia) dan perlu dilihat dalam kerangka memperkuat hubungan kedua negara dan kawasan,” kata Haris dalam keterangannya, Senin (9/1).

Menurut Haris, Indonesia dan Malaysia harus mampu memanfaatkan bonus demografi dengan proporsi pemuda yang sangat signifikan jumlahnya. Pemberdayaan dan sinergi perlu digalakkan agar terjadi gerak langkah bersama dalam membangun bangsa. 

Haris berpandangan, kedua organisasi kepemudaan ini memiliki sejarah panjang dalam mencetak pemimpin bangsa, sehingga dialog-dialog seperti ini perlu diintensifkan. Hal ini menjadi sangat penting mengingat kondisi geostrategis kawasan dan global yang semakin dinamis.

“Peran kepemudaan tidak lagi berdimensi domestik, namun harus bersinergi dalam kerangka membangun kemaslahatan bersama," kata Haris.

Sementara itu, Presiden MBM, Mohd Izzat Afifi Abdul Hamid melihat bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki peran yang signifikan, tidak saja dalam konteks ASEAN, namun juga global. 

Dengan proporsi rata-rata 60 persen penduduk berusia muda, serta tempat tinggal bagi 8,3 persen penduduk dunia, pemuda diharapkan memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan di Asia Tenggara dan dunia. 

“Kita berharap sinergi Indonesia dan Malaysia dikembangkan dalam kerangka yang lebih luas, baik dalam skala geografis maupun sektoral. Kedua negara punya potensi ekonomi dan demografi. Bagi pemuda, ini menjadi tantangan dan harapan bersama untuk maju,” kata Mohd Izzat. []