Kodam Jaya dan Sektor Industri Lakukan Restorasi Ekosistem Lingkungan

Diskusi panel Sustainability Forum dengan tema Agen Perubahan Sebagai Penggerak Restorasi Ekosistem/Ist
Diskusi panel Sustainability Forum dengan tema Agen Perubahan Sebagai Penggerak Restorasi Ekosistem/Ist

Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya) bersama perusahaan pengolah limbah industri PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta serta Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan dan Satukata Inisiative menggelar diskusi panel Sustainability Forum dengan tema Agen Perubahan Sebagai Penggerak Restorasi Ekosistem.


Acara dibuka oleh Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto dan dihadiri sejumlah narasumber yakni GM Sales & Marketing PPLI Yurnalisdel, Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi, Akademisi dan Guru Besar Psikologi UIN Jakarta Prof Dr Ahmad Syahid, Pengamat Tata Kota dan Lingkungan Universitas Trisakti Nirwono Yoga serta sejumlah pejabat Dinas Lingkungan Hidup dari DKI Jakarta, Bekasi, Depok dan Tangerang. 

Panglima Kodam Jaya, Mayjen TNI Untung Budiharto mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan lingkungan di DKI Jakarta dengan memberikan contoh lingkungan yang hijau dan tertata. 

"Sebenarnya sudah ada langkah dari Kodam Jaya dengan memberi contoh kepada masyarakat. Lingkungan di Kodam Jaya itu sudah cukup hijau. Ini agar masyarakat bisa mencontoh apa yang kita lakukan," kata Panglima Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayor Jenderal TNI Untung Budiharto  di Jakarta, Selasa (22/11). 

Untung menambahkan pihaknya juga menggelar diskusi dengan mengundang berbagai pihak seperti pengusaha, pelaku industri, hingga pemerintah provinsi. 

"Kita sudah melaksanakan diskusi bagaimana langkah Kodam Jaya untuk menjadikan sebagai agen perubahan. Tentu saja ada langkah-langkah yang dilakukan. Kita akan mengakselerasi edukasi terhadap masyarakat bagaimana lingkungan hidup yang bersih," ujar Untung. 

"Tentu saja dengan menjaga ekosistem kita sebagai warisan kepada generasi yang akan datang, mewariskan sesuatu yang baik, melestarikan lingkungan tempat tinggal kita sebagai tempat yang nyaman, selaras dan harmonis," tutur Untung. 

General Manager PPLI, Yurnalisdel mengatakan pesatnya pertumbuhan industri tentu berimbas pada jumlah limbah yang dihasilkan, termasuk jenis limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 

Yurnalisdel memaparkan, teknis pengolahan limbah industri di PPLI yang sudah berjalan 30 tahun. 

"Jadi pertama adalah semua elemen itu sejak limbah dihasilkan oleh kegiatan itu rumah tangga adalah memang perlu tadi disampaikan perlu lakukan 3R 4R atau 5R di industrinya sendiri, jadi kami sendiri juga setelah dihasilkan karena limbah B3 atau sisa industri itu sesuatu yang tidak bisa dihindarkan apapun kegiatan industri pada ujungnya pasti akan ada sampah ada limbah yang harus ditangani dan limbah itu lah yg harus kita kelola karena kami spesifik di bidang limbah. Oleh teknologi kami menjadikan limbah itu tidak berbahaya dan tidak beracun artinya dalam sisi infrastruktur kami sudah siapkan di PPLI," beber Yurnalisdel. 

Ia juga menegaskan komitmen PPLI untuk turut serta berkontribusi dalam aspek restorasi ekosistem lingkungan khususnya pengelolaan limbah industri. 

"Dan saya setuju hari ini memang dengan Kodam Jaya bisa jadi menjadi semakin general karena limbah B3 khususnya kalau kami yang di dalam restorasi khususnya di dalam bidang ini sudah hadir lebih dari 30 tahun jadi sudah melakukan upaya yg harus dilakukan. Bagaimana kami berkontribusi dalam aspek restorasi ekosistem untuk pengelolaan limbah industri," tambah Yurnalisdel. 

Adapun peserta kegiatan adalah para perwakilan perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah DKI Jakarta dan tiga daerah penyangga. 

"Harapannya acara itu mampu membuka mata kalangan dunia industri tentang bahaya limbah industri terhadap ekosistem dan keberlangsungan hidup manusia kedepan. TNI sedang konsen untuk itu," ujar Asisten Teritorial (Aster) Kodam Jaya, Kolonel Arm Steffie Jantje Nuhujanan, S.Ip.[]