Kolaborasi Penanganan Sampah, Anies Ingin Ekonomi dan Ekologi Jalan Berdampingan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/lst
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/lst

Persoalan sampah di Jakarta merupakan tanggung jawab yang harus diatasi bersama. Proses tersebut penting dilakukan agar kegiatan ekonomi yang menjadi sentral aktivitas sejalan dengan kepentingan ekologi.


Demikian yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat meluncurkan program implementasi pengelolaan sampah secara mandiri untuk Industri atau Perusahaan, di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/6).

Peluncuran program ini dalam rangka mengaktualisasikan Pergub Nomor 102 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan.

"Sehingga harapan untuk pengurangan dan pengelolaan sampah di Jakarta bisa tercapai sesuai target," kata Anies.

Kegiatan peluncuran pengelolaan sampah di kawasan dan perusahaan tahun 2022 diselenggarakan sebagai rangkaian acara Jakarta Hajatan ke-495. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan contoh bagi Kawasan dan Perusahaan lainnya dalam melaksanakan kewajiban pengelolaan sampah.

"Kita harapkan dengan berbagai kolaborasi dari setiap pemangku kepentingan dalam pengelolaan sampah, dapat menyukseskan implementasi pengelolaan sampah di kawasan dan perusahaan sesuai amanat Perda 4/2019 dan Pergub 102/2021," jelas Anies. 

Sehingga residu yang dihasilkan dari setiap kawasan bisa dimanfaatkan, diuraikan, untuk keperluan bahan baku dan lain-lain. 

"Inilah yang disebut dengan idealnya pengelolaan sampah di kawasan pereskonomian yang sejalan dengan ekologi," tandas Anies.

Untuk diketahui, sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang saat ini mencapai 7.500 – 7.800 ton per harinya. 

Sementara itu, pengelolaan sampah tersebut membutuhkan sumber daya yang besar, sehingga perlu diminimalisir dengan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPST Bantargebang.[]