Komisi I DPR Minta Kementerian Kominfo Awasi Harga Set Top Box

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi/Repro
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi/Repro

Banyak warga masih menyerbu toko elektronik untuk membeli set top box (STB) meski harganya mencapai Rp500 ribu. Warga memburu STB seiring adanya pemutakhiran siaran analog menjadi siaran digital.


Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengawasi harga STB sebagai alat bantu untuk beralih ke televisi digital.

Pasalnya, Bobby menerima aduan dari masyarakat terutama dari warga Sumatera Selatan (Sumsel) terkait harga STB mencapai Rp500 ribu.

"Waktu itu disampaikan dalam rapat bahwa harganya sekitar Rp150 ribu dan Rp200 ribu, tapi sekarang di pasaran sudah sampai Rp400 ribu sampai Rp500 ribu," kata Bobby dalam rapat kerja bersama Komisi I dengan Kementerian Kominfo yang dikutip redaksi, Kamis (24/11).

Bobby juga mempertanyakan kepada Menkominfo Johnny G Plate terkait pengawasan harga STB maupun regulasinya. Menurutnya, regulasi terhadap pengaturan harga akses STB menjadi pertanyaan kekinian di masyarakat.

"Apakah ada pengawasan terhadap harga? Atau kah ini benar-benar diserahkan kepada mekanisme pasar berdasarkan suplai dan demain," tanya Bobby.

Memang, menurutnya, pemerintah sudah menyalurkan secara gratis STB ke masyarakat. Namun, kata dia, jumlahnya masih kurang. Kondisi tersebut membuat dirinya juga banyak diprotes masyarakat terutama di daerah pemilihannya.

"Banyak benar kita ini dikomplain, pak. Pas dikomplain, saya bilang, ya ini kan kalau buat yang mampu bisa beli lah harganya cuma Rp 200 ribu, malah kita dimarahin pak. Kata siapa bapak, Rp200 ribu, ini saya mau beli di luar Rp400 ribu," kata Bobby.

Lebih lanjut, Bobby menyesalkan ternyata harga STB di pasaran tidak sesuai yang dijanjikan pemerintah. Untuk itu, ia meminta ada kepastian soal regulasi harga STB.

"Karena STB ini kan bukan barang mewah, pak. Ini adalah device atau alat untuk memastikan masyarakat yang belum memiliki digital televisi, bisa mengakses informasi yang sudah ASO ini," demikian Bobby. []