Komunikasi Istana-Balai Kota DKI Lebih Efektif Jika Heru Budi Hartono Gantikan Anies

Kepala Staf Kepresidenan Heru Budi Hartono/Net
Kepala Staf Kepresidenan Heru Budi Hartono/Net

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sedang melakukan profiling pejabat calon penjabat Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan. Dia akan menyaring tiga nama calon untuk selanjutnya disodorkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada September, atau sebulan sebelum pelantikan.


Menurut Tito, saat ini Kementerian masih dalam tahap menampung masukan nama-nama yang layak diusulkan sebagai calon penjabat Gubernur DKI pengganti Anies Baswedan. 

Kriteria penjabat gubernur, kata dia, adalah pejabat dengan pangkat pimpinan tinggi madya, artinya harus eselon satu. Namun Tito belum bisa menjelaskan siapa saja nama calon pengganti Anies yang masuk dalam radar seleksi.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengatakan ada tiga nama yang beredar dan berpeluang menjadi penjabat atau PJ gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan. Mereka adalah Sekretaris Daerah Marullah Matali, Kepala Staf Kepresidenan Heru Budi Hartono, dan Deputi IV Kantor Staf Presiden Juri Ardiantoro.

Pemerhati sosial dan perkotaan Primus Wawo mengatakan, dalam memilih pengganti Anies Baswedan, Mendagri Tito perlu mencermati kapasitas dan pengalamannya.

"Jadi bukan hanya memahami permasalahan di Jakarta, melainkan juga bisa menyelesaikan permasalahan Jakarta, selama dua tahun menjelang Pilkada Serentak 2024," kata Primus dalam keterangannya, Sabtu (14/5).

Primus mengingatkan bahwa dalam memilih penjabat gubernur DKI, bukan cuma berdasarkan penilaian politis, tapi lebih mengedepankan kualitas, kapabilitas, pengalaman dan dapat diterima berbagai komponen masyarakat di DKI Jakarta yang warganya multietnis.

"Pemerintah juga sepatutnya mendengarkan aspirasi masyarakat," kata mantan Pejabat di Pemprov DKI Jakarta yang juga tokoh Paguyuban Organisasi Flobamora NTT di Jakarta ini.

"Juga harus memperhatikan kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan pemerintah pusat untuk kepentingan keberlanjutan pelaksanaan pembangunan di DKI Jakarta," sambungnya.

Berdasarkan sejumlah kriteria yang ada, Primus mengaku mendukung Heru Budi Hartono yang menggantikan posisi Anies menjadi orang nomor satu di Pemprov DKI.

"Saya lebih cenderung pada sosok Heru Budi Hartono yang layak mengisi kekosongan kepemimpinan Jakarta sebagai penjabat gubernur DKI Jakarta," kata Primus yang tokoh Ikatan keluarga Besar Nagekeo Bersatu di Jakarta

Selain memiliki kapasitas dan pengalaman, lanjut Primus, Heru Budi Hartono sangat humble, komunikatif serta dapat mengayomi warga Jakarta yang berlatarbelakang beragam etnis.

Jika dilihat secara administrasi, Heru memang memenuhi syarat menjadi Pj. Ia juga sudah mengenal DKI Jakarta baik dilihat dari demografis, geografis, dan potensinya. 

Sebab, ia pernah menjabat Wali Kota Jakarta Utara serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) DKI Jakarta.

"Kami sangat berharap Heru Budi Hartono yang dipilih Presiden Joko Widodo untuk menjadi penjabat gubernur DKI Jakarta, karena komunikasi Istana dengan Balai Kota DKI Jakarta akan lebih efektif dan lebih komunikatif," demikian Primus. []