KPK Diyakini Bernyali Usut Tuntas Skandal Suap Reklamasi


/>

RMOL.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara bergiliran memanggil pihak-pihak dari Pemprov maupun DPRD DKI Jakarta terkait skandal suap reklamasi yang telah menjerat tiga tersangka.


Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menyakini KPK memiliki nyali besar untuk mengusut kasus ini hingga ke akar-akarnya meski skandal suap ini disebut-sebut melibatkan tokoh-tokoh penting tanah air.


"Saya yakin, semua pihak yang bersinggungam dengan kasus suap reklamasi ini secara bergiliran diperiksa KPK. Bisa dari DPRD, Gubernur Ahok, pihak penghubung maupun para perusahaan pengembang reklamasi," kata Emrus saat dihubungi Selasa (12/4).


Menurut Emrus, KPK diprediksi tidak akan main-main mengusut kasus ini, karena mendapat sorotan publik yang cukup besar.


Sekadar diketahui, Senin (11/4) kemarin, KPK telah memanggil para pimpinam DPRD DKI Jakarta untuk diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan pemberian hadiah terkait pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta dan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.


Mereka yang diperiksa adalah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD Ferial Sofyan, Ketua Badan Legislasi DPRD DKI Mohamad Taufik, Wakil Ketua Badan Legislasi DPRD DKI Merry Hotma, serta anggota DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin dan anggota Badan Legislasi DPRD DKI Mohamad Sangaji.


KPK juga memanggil Kepala Sub Bagian Rancangan Peraturan Daerah DPRD DKI Jakarta Dameria Hutagalung dalam penyidikan perkara yang sama.

KPK pun telah mengirimkan surat cegah terhadap lima orang yaitu sekretaris direktur PT Agung Podomoro Land (APL) Berlian, karyawan PT APL Gerry Prasetya, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Sunny Tanuwidjaya, Direktur Agung Sedayu Group Richard Halim Kusuma dan petinggi Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan Sugianto. [dka]