KPK Pertanyakan Keuntungan Formula E, PKS: Mengapa Event Lain Tidak Diperiksa Juga?

Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli/lst
Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli/lst

Pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan terkait penyelidikan Formula E dinilai sangat kental muatan politis.


"Saya tidak percaya bahwa tidak ada kepentingan politik di KPK terkait pemanggilan Anies Baswedan," kata Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Sabtu (10/9).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mempertanyakan keingintahuan KPK mengenai untung tidaknya ajang balap mobil listrik bertaraf internasional yang digelar di Ancol, Jakarta Utara itu.

"Mengapa event lain, seperti MotoGP, Para Asian Games, PON, Asian Games, tidak diperiksa juga oleh KPK sebagaimana Formula E?" tanya Taufik Zoelkifli.

Pria yang akrab disapa MTZ itu melanjutkan, 

sejauh yang diketahuinya, masalah proyeksi untung rugi Formula E sudah dipaparkan di awal-awal ketika Formula E direncanakan. Bahkan BPK pun sudah memeriksa dan menyetujuinya. 

"Saya sangat berharap KPK bekerja profesional. Demikian juga lembaga lain seperti POLRI, Kejaksaan Tinggi, DPR, KPU, dan lainnya," demikian Taufik Zoelkifli.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan pihaknya akan memanggil pihak-pihak yang dianggap mengetahui terkait Formula E untuk dimintai konfirmasi.

Selain itu, kata Alex, KPK ingin mengetahui proses pelaksanaan Formula E mendapatkan keuntungan atau tidak. Pasalnya, Formula E digelar menggunakan APBD DKI Jakarta.

"Kita ingin tahu juga bagaimana pelaksanaannya, apakah kemarin mendapatkan keuntungan?" tanya Alex.[]