Kurang Ajar! Pelaku Jual Filler Payudara dari Cairan Silikon Industri

Polisi menunjukkan barang bukti berupa filler payudara palsu/RMOLJakarta
Polisi menunjukkan barang bukti berupa filler payudara palsu/RMOLJakarta

Cairan filler yang digunakan untuk membesarkan payudara berasal cairan silikon industri yang bukan untuk kesehatan.


Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo mengatakan, hal itu terbukti setelah pemeriksaan yang dilakukan penyidik dari barang bukti yang diamankan dari dua pelaku yaitu SR dan STR. 

"Ada beberapa jenis silikon, tapi yang ada di depan kita ini adalah silikon industri yang tidak diperbolehkan untuk kesehatan atau kecantikan," kata Ady Wibowo di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (6/4).

Selain menangkap tersangka, pihak Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat juga sedang memburu penjual cairan filler payudara kepada pelaku. 

"Kami pun memburu penjual cairan yang disebut menjual filler kecantikan tersebut," kata Ady.

Diberitakan sebelumnya, polisi mengamankan dua orang dalam kasus filler payudara palsu yaitu SR dan STR. 

Ady menyebutkan, kedua pelaku itu bukan dokter kecantikan dan tidak memiliki tempat praktik khusus. 

Mulanya, pelaku menyepakati penyuntikan payudara dengan korban di sebuah hotel di kawasan Tamansari, Jakarta Barat.

Namun, setelah penyuntikan itu tidak ada perubahan. Korban malah mengaku bagian yang disuntik mengeluarkan nanah dan rusak. Korban lantas melaporkan pelaku ke polisi.

Saat ditangkap, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 298 botol cairan filler payudara palsu.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal berlapis, di antaranya Pasal 77 UU No 29 tahun 2004 tetang praktik kedokteran, 198 UU no 36 tentang kesehatan, Pasal 62 ayat 1 Juncto pasal 28 ayat 1 tentang perlindungan konsumen dan Pasal 378 KUHP hukuman 15 tahun penjara. []