Legislator Gerindra Desak Pemprov DKI Berikan Sanksi Berat Holywings

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi/Ist
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi/Ist

Tuntutan sejumlah pihak untuk mencabut izin usaha Holywings Indonesia usai melakukan promosi yang diduga menistakan agama terus menguat.


Salah satunya disuarakan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi dalam keterangannya, Minggu (26/6).

Adi mengimbau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencabut izin usaha bar sekaligus restoran itu.

"Pemprov DKI harus memberikan sanksi berat kepada Holywings dengan mencabut izin usahanya," kata legislator asal Partai Gerindra ini.

Meskipun permintaan maaf sudah ditayangkan di akun Instagramnya, namun Adi mendesak pihak berwenang memberikan sanksi kepada Holywings. 

Adi berpendapat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Ahmad Riza Patria harus bersikap tegas dalam pelanggaran yang dilakukan Holywings Indonesia.

Dari pandangan Adi, Holywings telah melakukan penistaan lantaran membuat promosi minuman alkohol gratis bagi pelanggan bernama Muhammad dan Maria. 

"Ini adalah keteledoran fatal," kata Adi.

Terlebih belum genap satu tahun Hollywings membuat keonaran dengan melanggar PPKM Level 3 di Jakarta.

Diketahui Holywings melanggar jam operasional melebihi jam 1 dini hari dan kerumunan dimana Jakarta saat itu menerapkan PPKM level 3 pada September 2021 lalu. 

Di sisi lain, Adi mengapresiasi ketegasan Polres Jakarta Selatan yang sudah menetapkan enam orang pegawai Holywings sebagai tersangka.

Akibat perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan juga Pasal 156 atau Pasal 156 A KUHP. Serta Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE dengan ancaman hukuman paling tinggi 10 tahun penjara.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah menjatuhkan sanksi berupa teguran tertulis kepada manajemen restoran dan bar Holywings. Diharapkan ke depannya tidak ada lagi program promo gratis minuman keras bagi pemilik nama Maria dan Muhammad atau sejenisnya.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Iffan mengatakan, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi tegas pada Holywings jika mengulang kesalahan. Apabila pelanggaran terus dilakukan berulang, maka bisa saja izin usaha Holywings di ibu kota dicabut.

"(Jika mengulang) dapat teguran tertulis kedua, ketiga, sampai nanti tindakan pencabutan izin atau pembekuan sementara," kata Iffan saat dihubungi, Jumat (24/6).

Menurut Iffan, manajemen Holywings telah mengabaikan norma masyarakat setempat melalui promo itu. Terlebih lagi, penggunaan nama Maria dan Muhammad dalam promo itu lekat dengan nilai agama.

"Manajemen harus punya kewajiban untuk menjaga norma, baik itu agama, wajib menjaga moral, maupun kewajiban tentang hal lainnya ya apalagi ini berkaitan dengan SARA (Suku Agama dan Ras) ya," kata Iffan.

Seperti diberitakan, publik dibuat heboh dengan promo minuman beralkohol gratis milik Holywings Indonesia dengan menyertakan nama Muhammad dan Maria.

Unggahan ini menjadi viral di sosial media. Dalam promosi disebutkan bahwa mereka yang bernama Muhammad dan maria bisa mendapatkan satu botol minuman gratis tiap hari Kamis dengan menyertakan kartu identitas sebagai syarat.[]