Legislator NasDem Minta Pemprov DKI Tak Remehkan Hepatitis Akut, Kaji Lagi PTM 100 Persen

Ketua Fraksi NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino/Ist
Ketua Fraksi NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino/Ist

Sejumlah sekolah di Jakarta kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen setelah libur Lebaran. Namun, pelaksanaan PTM kali ini menjadi sorotan karena berlangsung di tengah penularan hepatitis akut. 


Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, kasus dugaan hepatitis akut misterius di Jakarta mencapai angka 21 hingga Kamis (12/5). 

Ariza  mengatakan, dari 21 dugaan kasus yang ditemukan, tiga di antaranya meninggal dunia.

Merespons hal ini, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino pemberlakuan PTM 100 persen perlu menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi Pemprov DKI. 

"Ini penting dilakukan karena kasus hepatitis akut ini menular di kalangan usia anak-anak," kata Wibi dalam keterangannya, Jumat (13/5).

Menurut Wibi, anak-anak adalah kelompok rentan sehingga penyakit hepatitis akut ini bisa berakibat serius dan menyebabkan kematian.

"Sehingga mereka harus dilindungi dari ancaman hepatitis akut," kata Wibi.

Wibi mendorong Pemprov DKI untuk terus melakukan monitoring terhadap perkembangan kasus hepatitis akut misterius ini, terlebih World Health Organization (WHO) menyebut bahwa hepatitis akut misterius tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Wibi menilai pemerintah perlu mengkaji dan mempertimbangkan kembali kebijakan PTM 100 persen. 

Pasalnya, lanjut Wibi, saat PTM dimulai, kemungkinan sekolah tidak mempersiapkan secara khusus untuk mengantisipasi hepatitis misterius, karena tidak adanya petunjuk khusus dari Kemendikbudristek, Kemenkes maupun Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

Wibi menyarankan Pemprov DKI dalam hal ini Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan agar melakukan sosialisasi pencegahan sekaligus penanganan kepada setiap warga sekolah untuk memahami gejala awal hepatitis akut, membuat aturan yang menginstruksikan sekolah terkait langkah-langkah pencegahan.

"Misalnya untuk setiap sekolah jika PTM tetap dilaksanakan agar menjaga kebersihan lingkungan sekolah, mengevaluasi dibukanya kembali kantin sekolah, mengimbau siswa agar membawa bekal makanan dan minuman dari rumah saat PTM di sekolah," kata Wibi.

Kemudian, sambung Wibi, setiap sekolah diharapkan membangun kerja sama dengan puskesmas terdekat guna membantu pemerintah daerah menyosialisasikan pencegahan virus hepatitis akut kepada warga sekolah secepatnya. 

"Selain itu, Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan harus segera melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para orang tua, terkait informasi jelas tentang hepatitis akut dan upaya pencegahannya," demikian Wibi. []