Lima Kapal Asing Ilegal Berhasil Diringkus Anak Buah Edhy Prabow

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengapresiasi jajarannya yang sukses menangkap lima kapal asing ilegal di Perairan Natuna Utara pada Minggu lalu (1/3).


Dalam konferensi persnya, Menteri Edhy membeberkan modus operandi yang dilakukan oleh kelima kapal ikan asing tersebut.

Bermula dari deteksi oleh kapal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di posisi 01'43.611' Lintang Utara dan 104'48,079' Bujur Timur (Barat Daya Pulau Tarempa).

Wilayah tersebut merupakan perairan ZEE Indonesia yang berbatasan dengan overlapping claimed area Indonesia-Malaysia.

Mereka tidak mengibarkan bendera kebangsaan kapal dan menggunakan kode C2 pada lambung kapal, kode tersebut biasa digunakan oleh kapal ikan Malaysia yang beroperasi di wilayah ZEE.

"Kapal ikan asing ilegal ini mencoba mengelabui aparat kita dengan seolah-olah mereka kapal ikan asal Malaysia," terang Edhy.

Namun, siasat tersebut tak mampu mengelabui aparat yang kemudian melakukan penangkapan. Saat diperiksa petugas, mereka tidak memiliki dokumen yang menunjukkan klaim berasal dari Malaysia. Bahkan, mereka ternyata berkewarganegaraan Vietnam.

"Saya yakin pencurian ini tidak akan berhenti, penjagaan juga tidak akan berhenti. Terimakasih semua awak kapal dan keberanian dan kekompakan kalian di tengah lapangan (laut)," tegas Edhy.

Dalam catur wulan kepemimpinannya di KKP, tercatat Edhy Prabowo telah menangkap 13 kapal ikan asing ilegal dengan rincian 8 dari Vietnam, 4 Filipina dan 1 Malaysia.