Live Music Diizinkan, DPRD DKI: Masih Kita Pantau

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz/Net
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz/Net

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengizinkan restoran maupun hotel di Ibu Kota menyelenggarakan pertunjukan musik (live music). 


Menanggapi hal ini, Komisi B DPRD DKI Jakarta menyatakan akan mengevaluasi izin perhelatan musik oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) itu.

Menurut Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, live music bisa menjadi penyebab berkumpulnya orang meski hanya diperkenankan beroperasi di hotel dan rumah makan. 

“DPRD memiliki fungsi utama sebagai pengawas kebijakan yang telah disepakati, makanya saat ini kebijakan itu masih kita pantau pelaksanaan dan dampaknya seperti apa, barulah akan kita evaluasi setelah dua minggu,” ujarnya, Jumat (11/6).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengimbau pengelola  bertanggungjawab atas berlangsungnya live music dengan memperhatikan protokol kesehatan pemusik. 

“Harus dipastikan prokesnya benar-benar ketat. Saya juga imbau menyanyinya hanya boleh di panggung, jangan berkeliling,” tegasnya.

Aziz menganjurkan agar live music hanya dilakukan di tempat makan terbuka (outdoor) untuk mengurangi risiko penyebaran virus.

Selain itu juga memperhatikan kapasitas pengunjung maksimal yang telah diatur dalam SK, yakni 50 persen.

“Jangan sampai live musik dilakukan di ruang AC tertutup. Paling tidak ventilasi ruangan itu mumpuni dan dipasang air purifier,” tandasnya.

Penyelenggaraan live music di hotel dan restoran sesuai Surat Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 381 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro pada sektor usaha pariwisata yang ditandatangani Plt Kadis Parekraf Gumilar Ekalaya, Senin (31/5).

Namun, ada sejumlah aturan yang perlu dilakukan sebelum mengadakan pertunjukan musik di hotel atau restoran yakni memiliki legalitas Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), jumlah personil menyesuaikan luas panggung, memasang pembatas partisi pada area panggung, serta pengunjung dilarang menyumbang lagu. []